Penjualan Ritel AS Kokoh, Dolar Pangkas Pelemahan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) memangkas setengah dari penurunan hari ini (14/9), setelah data penjualan ritel AS dikabarkan tetap kokoh. Saat berita ditulis, DXY hanya telah beranjak dari level terendah harian pada 98.00 ke kisaran 98.21. Akan tetapi, Dolar AS cenderung terdepresiasi lantaran besarnya ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga Fed pekan depan.

Penjualan Ritel AS Kokoh

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel meningkat 0.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Agustus 2019. Sekor melampaui ekspektasi yang dipatok pada 0.2 persen, berkat lonjakan penjualan produk otomotif dan pertumbuhan penjualan online. Namun demikian, pertumbuhan penjualan ritel kali ini hanya setengah dari kinerja 0.8 persen yang tercapai pada bulan sebelumnya.

Perlambatan laju penjualan ritel diperkirakan merupakan sinyal bahwa keyakinan konsumen mulai memudar seiring dengan semakin berkepanjangannya perang dagangA S-China. Padahal, sektor konsumsi menjadi landasan perekonomian AS saat ini. Perusahaan-perusahaan AS telah memangkas investasi dan rencana ekspansi, sedangkan ekspor merosot dengan cepat. Apabila sektor konsumsi juga mengalami kontraksi, maka pertumbuhan GDP AS jelas bakal memburuk.

Baca Juga:   GBP / USD Memegang Stabil Setelah Data U.K.

Kekhawatiran mengenai ancaman dampak perang dagang juga mendorong pelaku pasar meningkatkan ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga Fed. Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin dalam rapat kebijakan pekan depan, kemudian melakukan pelonggaran moneter tambahan secara bertahap sampai kuartal pertama tahun 2020. Bias dovish yang termuat dalam ekspektasi tersebut mengakibatkan Dolar AS tertekan versus Euro dan Poundsterling.

Sebagai perbandingan, bank sentral Eropa (ECB) kemarin memangkas suku bunga lebih jauh ke area negatif dan menggelontorkan program Quantitative Easing (QE) baru. Namun, skala pemangkasan ECB dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan relatif minim, karena suku bunga deposit sudah mencapai -0.5 persen. Di sisi lain, suku bunga Fed masih bertengger pada level 2.25 persen, sehingga peluang pemangkasan suku bunga jauh lebih besar.

Bank sentral Inggris (BoE) bahkan diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, karena inflasi Inggris tetap bertumbuh sehat dan perekonomiannya tangguh. Ketidakpastian brexit memang membebani GBP/USD, tetapi penguatan Sterling lebih mudah terjadi karena ekspektasi kebijakan bank sentral yang tetap netral.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply