Penjualan Ritel Inggris Melonjak, Pounds Ikut Menanjak

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling mengalami reli pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (20/12), setelah data penjualan ritel Inggris dilaporkan mengalami peningkatan tajam secara mengejutkan. Namun, pengumuman kebijakan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) meningkatkan kecemasan pasar akan ketidakpastian Brexit, sehingga reli terpangkas. Saat ulasan ini ditulis pada pertengahan sesi New York, GBP/USD masih mempertahankan kenaikan 0.40 persen pada level 1.2661, tetapi belum mampu keluar dari kisaran pergerakan sideways yang tercetak sejak akhir pekan lalu.

Penjualan Ritel Melonjak, Pounds Ikut Menanjak

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa penjualan ritel mengalami pertumbuhan 1.4 persen (Month-over-Month) pada bulan November lalu, jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi kenaikan 0.3 persen yang diharapkan pasar sebelumnya. Angka tersebut juga secara efektif membalikkan posisi penjualan -0.4 persen pada bulan Oktober serta mendongkrak laju penjualan tahunan dari 2.4 persen menjadi 3.6 persen (year-on-year).

Penjualan terbesar bersumber dari kategori barang rumah tangga. Namun, menurut ONS, sebagian besar peningkatan penjualan barang rumah tangga dikarenakan oleh belanja saat Black Friday. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan bahwa belanja konsumen meningkat pada bulan November karena persiapan Natal, tetapi kemudian jatuh pada bulan Desember dan Januari.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 08/11/2018 - MULTI INDOCITRA DISTRIBUSIKAN DUA BRAND PRODUK BARU

“Tak mengejutkan bahwa data resmi penjualan ritel meningkat pada November, dikarenakan penurunan penjualan pada dua bulan sebelumnya dan kecenderungan konsumen untuk melakukan lebih banyak belanja Natal pada Black Friday,” ujar Samuel Tombs, pimpinan ekonom Inggris di Patheon Macroeconomics. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa data kali ini pada akhirnya akan direvisi melalui “seasonal adjustment” oleh ONS.

Beberapa jam setelah rilis data penjualan ritel ini, Pounds dihantam oleh pengumuman Bank of England. Para pejabat BoE sepakat untuk membiarkan suku bunga tetap pada 0.75 persen, serta tak memberikan panduan konkrit mengenai proyeksi suku bunga tahun 2019.

Selain itu, BoE memperingatkan, “Ketidakpastian Brexit telah meningkat cukup besar sejak rapat Komite terakhir.”

Beberapa risiko yang dicatat oleh BoE antara lain soal pasar finansial dan volatilitas Pounds. “Biaya pendanaan perbankan Inggris dan spread obligasi korporasi non-keuangan berimbal hasil tinggi telah meningkat tajam, dan jauh di atas negara-negara maju lainnya,” demikian menurut BoE.

BoE juga menyebutkan soal jatuhnya saham-saham Inggris, padahal Poundsterling terus terdepresiasi dan volatilitas nilai tukar meningkat secara signifikan. Penilaian terburuk BoE diutarakan pula dalam kesempatan ini, “Makin pekatnya ketidakpasian Brexit, disertai dengan perlambatan ekonomi global, juga membebani outlook jangka pendek untuk pertumbuhan Inggris. Investasi bisnis telah jatuh selama tiga kuartal dan kemungkinan tetap lemah dalam waktu dekat. Pasar properti masih lesu. Indikator konsumsi rumah tangga secara umum lebih tangguh, tetapi belanja ritel kemungkinan akan melambat.”

Baca Juga:   Keuntungan Yen Setelah Survei Sentimen Tankan

Meski demikian, BoE mengakui bahwa dinamika pasar tenaga kerja tetap kuat. Gaji telah naik 3.25 persen, jauh melampaui ekspektasi BoE yang dituangkan dalam laporan bulan November.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply