Kenapa US Non-Farm Payroll (NFP) Penting Dalam Forex Trading

Bonus Welcome Deposit FBS

Laporan US Non-farm Payroll (NFP) adalah salah satu laporan ekonomi yang perilisannya selalu disoroti oleh analis, trader, investor, dan otoritas moneter di seluruh dunia. Hasil data aktual dalam laporan tersebut bisa memicu perubahan harga yang sangat drastis di bursa saham, pasar obligasi, bursa komoditas, maupun pasar forex. Pergolakan dalam nilai tukar berbagai mata uang hampir pasti terjadi, tak peduli apakah data US Non-farm Payroll itu lebih baik ataupun lebih buruk daripada estimasi awal. Kenapa US Non-farm Payroll penting dalam forex trading?

  • NFP Diterbitkan Oleh Negara Adidaya AS

Tahukah Anda bahwa Amerika Serikat merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia? Walaupun China dan Uni Eropa mulai menunjukkan taring mereka dalam beberapa tahun terakhir, tetapi AS masih dianggap sebagai pemilik sumber daya dan pasar terbesar. AS bukan hanya mengekspor banyak produk ke luar negeri, melainkan juga mengimpor dan menyerap produk berbagai negara berkat populasinya yang sangat besar.

Perlu dicatat pula bahwa Dolar AS merupakan mata uang yang dipergunakan dalam mayoritas transaksi internasional. Umpama Jepang mengimpor mebel dari Jepara, Indonesia, maka mata uang yang akan dipergunakan dalam proses pembayarannya bukan Yen atau Rupiah, melainkan Dolar AS. Akibatnya, kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Amerika Serikat akan berdampak luas terhadap berbagai negara lain di seluruh dunia. Sebagai salah satu data ekonomi penting yang diterbitkan oleh negara adidaya ini, tentu saja US Non-farm Payroll penting dalam forex trading.

US Non-farm Payroll (NFP)

  • US Non-farm Payroll Mencakup 80% PDB Amerika Serikat

Data US Non-farm Payroll menunjukkan pertambahan jumlah pekerjaan dari semua sektor usaha di Amerika Serikat, kecuali sektor pertanian, pembantu rumah tangga, lembaga swadaya masyarakat, militer dan intelijen, serta para wirausahawan. Secara keseluruhan, pekerjaan di semua sektor yang dicakup oleh US NFP berkontribusi terhadap 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat.

Hal ini menjadikan data US Non-farm Payroll sebagai salah satu parameter penting untuk mengukur kesehatan ekonomi Amerika Serikat. Angka US Non-farm Payroll yang lebih tinggi merupakan kabar baik, karena mengisyaratkan kondisi ekonomi AS yang bagus. Konsumen memperoleh pekerjaan dan pendapatan lebih banyak, sehingga bisa terus membelanjakana uangnya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, angka US Non-farm Payroll yang lebih rendah atau di bawah 100,000, maka menandakan kondisi ekonomi AS mandek (tidak bertumbuh).

Baca Juga: Pengaruh Non-Farm Payrolls (NFP) Pada USD

  • US Non-farm Payroll Disertai Banyak Data Penting Lain

US Non-farm Payroll merupakan bagian dari satu paket laporan ketenagakerjaan yang dirilis serentak oleh US Bureau of Labor Statistics (BLS) pada hari Jumat pertama setiap bulan. Beberapa data lain yang menyertainya seringkali dikesampingkan, tetapi pasti akan dilirik jika terdapat kejanggalan atau keraguan. Data lain apa sajakah itu? Secara lengkap, terdapat data pertumbuhan gaji rata-rata per-jam (Average Hourly Earnings), tingkat pertisipasi angkatan kerja (Participation Rate), dan tingkat pengangguran (Unemployment Rate).

Secara keseluruhan, data-data ini menggambarkan kondisi ketenagakerjaan AS di berbagai sektor. Kondisi pasar tenaga kerja AS ideal jika tingkat pengangguran berkurang; sementara data NFP, pertumbuhan gaji, dan tingkat partisipasi naik hingga melebihi estimasi para ekonom. Sebaliknya, pasar tenaga kerja AS memburuk jika tingkat pengangguran meningkat; sementara data NFP, pertumbuhan gaji, dan tingkat partisipasi menurun.

federal reserver US Amerika

  • Kondisi Ketenagakerjaan Termasuk Pertimbangan Kebijakan Utama The Fed

Bank sentral AS yang bernama Federal Reserve (The Fed) memiliki dua aspek pertimbangan utama dalam mempertimbangkan kebijakan suku bunga. Kedua aspek itu adalah inflasi dan ketenagakerjaan. Umumnya, trader hanya mengenal soal inflasi saja. Jika inflasi menurun, maka suku bunga akan diturunkan. Sedangkan jika inflasi naik, maka suku bunga akan dinaikkan. Namun, sebenarnya faktor ketenagakerjaan juga memegang peran penting.

Apabila suku bunga naik ketika lapangan kerja baru berjumlah sedikit (NFP rendah) atau tingkat pengangguran tinggi, maka perusahaan-perusahaan bisa jadi malah akan melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kekurangan dana untuk membayar kenaikan bunga pinjaman kepada bank. Oleh karena itu, The Fed harus memastikan bahwa kondisi ketenagakerjaan bagus, sebelum menaikkan suku bunga.

Seandainya inflasi tinggi, tetapi pengangguran bertambah banyak dan tak ada lapangan kerja baru (NFP rendah), maka The Fed malah bisa jadi memangkas suku bunga. Harapannya, jika bunga pinjaman berkurang, maka perusahaan-perusahaan bisa mengalokasikan lebih banyak uang untuk merekrut karyawan baru atau membuka pabrik-pabrik baru.

Di sisi lain, suku bunga juga memengaruhi daya tarik investasi di Amerika Serikat. Apabila suku bunga AS naik, maka lebih banyak investor akan tertarik untuk menyimpan dananya dalam Dolar AS. Hal ini dapat memicu pelarian dana (Capital Flight) dari negara-negara berkembang seperti Indonesia, sekaligus mengakibatkan kejatuhan nilai tukar Rupiah. Situasi sebaliknya jika suku bunga AS turun. Suku bunga AS turun, maka investor akan memindahkan dana mereka ke negara-negara lain yang menawarkan bunga lebih tinggi, bisa jadi termasuk Indonesia juga.

dollar amerika

  • Banyak Spekulan Menyoroti US Non-farm Payroll

Menjelang publikasi data US Non-farm Payroll, Reuters atau Bloomberg pasti melakukan survei kepada para ekonom mengenai berapa besar estimasi data NFP mereka. Apabila angka NFP aktual lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus ekonom tersebut, maka Dolar AS bakal langsung menguat pesat. Sedangkan jika angka NFP aktual lebih rendah dibandingkan estimasi, maka Dolar AS akan langsung anjlok terhadap beragam mata uang lain dalam hitungan detik. Mengapa hal itu terjadi? Karena banyak spekulan yang menunggu rilis US Non-farm Payroll secara khusus.

Para spekulan itu bukan hanya trader forex kecil-kecilan yang memelototi komputer saja, melainkan juga trader kawakan yang boleh jadi sudah menggunakan robot mahal untuk mendeteksi angka NFP dan mengeksekusi order yang sesuai. Sebenarnya, banyak laporan ekonomi lain yang boleh jadi lebih penting daripada US Non-farm Payroll. Akan tetapi, laporan-laporan lain itu tak disoroti sedemikian rupa oleh para spekulan, sehingga mereka dianggap sama pentingnya dalam forex trading.

Baca Juga: Cara Trading Forex saat Rilis Berita Penting

Dari hari ke hari, semakin banyak trader yang memerhatikan US Non-farm Payroll, sehingga menciptakan peluang trading forex yang makin lama makin menguntungkan. Pergolakan harga pasca rilis US Non-farm Payroll bahkan bisa mencapai 100-250 pips dalam tempo kurang dari 1 jam! Dalam hitungan uang, kisarannya antara beberapa ratus ribu hingga jutaan Rupiah. Trader forex mana yang tak mau dapat profit sebesar itu dalam waktu sesingkat-singkatnya? Semua orang tentu mau, baik trader maupun bukan.

Jelas sekali kenapa US Non-farm Payroll penting dalam forex trading. Namun, peluang trading ini tidak cocok untuk semua orang, karena risikonya juga sangat tinggi. Anda bisa memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi kerugian besar juga bisa terjadi dalam waktu sangat cepat. Para trader yang mengutamakan keamanan dana biasanya memilih untuk menghindar dulu, kemudian baru mulai trading lagi sehari setelah rilis US Non-farm Payroll.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply