Penundaan Brexit Dikonfirmasi, Poundsterling Menguat Kembali

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD menguat sekitar 0.3 persen ke level 1.3148 dalam perdagangan hari Jumat ini (22/3), melanjutkan kenaikan yang dialaminya sejak sesi New York kemarin setelah Uni Eropa setuju memundurkan deadline brexit bagi Inggris. Sterling juga melesat pesat versus Euro, dengan posisi EUR/GBP anjlok 0.86 persen ke level 0.8597 pasca rilis data PMI Zona Euro yang amat mengecewakan.

Poundsterling Menguat Kembali

Dini hari tadi, para pejabat tinggi Uni Eropa memberikan persetujuan penundaan brexit dengan rincian yang menyimpang dari permohonan PM Theresa May. Bukannya menyetujui penundaan brexit hingga tanggal 30 Juni, European Council malah menawarkan dua tanggal baru, yakni 22 Mei 2019 dan 12 April 2019.

Menurut Uni Eropa, jika parlemen Inggris bersedia menyetujui draft rencana kesepakatan brexit yang ditawarkan oleh PM May dalam pekan depan, maka Inggris bisa memundurkan deadline brexit dari 29 Maret ke 22 Mei 2019. Namun, jika parlemen lagi-lagi menolaknya, maka Uni Eropa hanya sanggup memberikan penundaan kembali hingga tanggal 12 April mendatang.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Minyak Mentah Berjangka : 14 - 18 November 2016

Penundaan sampai tangal 12 April itu berhubungan dengan jadwal penyelenggaraan pemilu parlemen Uni Eropa tahun ini. Apabila hingga tanggal 12 April itu belum ada keputusan apapun mengenai brexit, maka Inggris harus memutuskan dengan cepat apakah akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun, atau membatalkan rencana brexit dalam jangka panjang sehingga harus terlibat dengan pemilu parlemen Uni Eropa lagi.

Kronologi ini menunjukkan kepada pelaku pasar bahwa ketidakpastian brexit masih terus berlanjut. Perhatian pelaku pasar akan terus menyoroti jadwal voting berikutnya di Parlemen Inggris yang belum ditentukan waktunya. Manuver politik partai-partai Inggris juga akan dipantau, karena ada kemungkinan kalau mosi untuk mengadakan referendum brexit kedua bakal diajukan lagi.

“Kapanpun kita mendapatkan berita ada kaleng ditendang di jalan ini (terkait brexit), pasar bereaksi positif,” kata Bart Wakabayashi dari State Street Bank. Namun, terlepas dari indikasi positif tersebut, ia menilai, “Para investor kemungkinan menjauh dari eksposur Inggris saat ini dalam hal posisi pasar -kemungkinan orang-orang akan kembali ke eksposur standar dan mode ‘wait and see'”.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply