Penurunan Suku Bunga RBNZ Diragukan, NZD/USD Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand menguat pada awal perdagangan sesi Eropa (11/3), sehingga NZD/USD diperdagangkan di sekitar level 0.6810 dan AUD/NZD merosot ke kisaran terendah sejak Januari pada level 1.034. Data penjualan ritel New Zealand yang dipublikasikan pada hari Senin pagi ini menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi awal, sehingga memunculkan keraguan terhadap prospek penurunan suku bunga bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ).

Penurunan Suku Bunga Diragukan, NZD/USD Menguat

Menurut lembaga Statistics New Zealand, data Electronic Card Retail Sales meningkat 0.9 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari 2019, atau melaju 3.4 persen (Year-on-Year) dalam basis tahunan. Pertumbuhan itu lebih rendah dibandingkan rekor 1.8 persen pada periode sebelumnya, tetapi mengungguli ekspektasi para ekonom yang hanya mengharapkan kenaikan 0.3 persen saja.

Electronic Card Retail Sales merangkum data transaksi dengan pembayaran melalui kartu elektronik seperti kartu kredit, kartu debit, serta metode pembayaran non-tunai serupa pada merchant-merchant yang berbasis di New Zealand. Data ini dikenal sebagai salah satu indikator terbaik dalam menilai performa sektor ritel New Zealand serta mempengaruhi keputusan suku bunga bank sentral.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Tetap Lebih Tinggi Dalam Perdagangan Yang Tenang

Gambaran kondisi sektor ritel New Zealand terbaru mengarahkan para analis kepada proyeksi pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Padahal, jika laju ekspansi ekonomi ternyata lebih tinggi, maka RBNZ akan kekurangan alasan untuk menurunkan suku bunga.

“Setelah menjumlahkan berbagai faktor yang membentuk GDP, nampak makin kurang beralasan untuk memperhitungkan penurunan suku bunga,” ujar Annette Beacher dari TD Securities. Lebih dari itu, ia memproyeksikan pertumbuhan GDP New Zealand bisa mencapai 1 persen (Quarter-over-Quarter) pada kuartal IV/2018; lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0.3 persen pada kuartal kedua. Jika benar, maka itu berarti pertumbuhan lebih tinggi ketimbang estimasi bank sentral yang hanya 0.8 persen.

Sementara itu, penguatan Dolar New Zealand juga disebabkan oleh pelemahan Dolar AS pasca rilis data Non-farm Payroll pada hari Jumat. Sebagaimana diketahui, Nonfarm Payroll hanya meningkat 20k pada bulan Februari 2019; rekor terburuk data ketenagakerjaan Amerika Serikat ini sejak September 2017. Oleh karenanya, rilis data penjualan ritel AS nanti malam pada pukul 19:30 WIB akan diamati sebagai bahan referensi tambahan dalam penilaian outlook ekonomi AS ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply