Petrodolar Loyo Menunggu Hasil Rapat OPEC

Afiliasi IB XM Broker

Amerika Serikat dan Kanada sama-sama melaporkan data ketenagakerjaan yang memburuk drastis pada malam ini (9/4). Pasangan mata uang USD/CAD melanjutkan konsolidasi pada kisaran 1.3980-an, menunggu pengumuman hasil rapat OPEC dan beberapa negara eksportir minyak lain yang bakan memiliki dampak signifikan bagi pasar komoditas dan mata uang global.

Petrodolar Loyo Menunggu Hasil Rapat OPEC

Para menteri energi dari negara-negara anggota OPEC dan Rusia akan bertemu dalam sebuah rapat teleconference hari ini. Mereka diharapkan dapat membagi dan menyepakati ketentuan kuota produksi bagi masing-masing negara, dalam upaya untuk menstabilkan pasar minyak yang sekarang diguncang oleh kemerosotan permintaan minyak global dan perseteruan harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Presiden AS Donald Trump telah mewacanakan kemungkinan total pemangkasan produksi antara 10-15 juta barel bakal diteken dalam pertemuan ini. Presiden OPEC kemarin juga mengekspresikan optimisme mengenai pencapaian kesepakatan serupa. Akan tetapi, pasar tetap was-was karena pertemuan terakhir antara Arab Saudi dan Rusia pada awal Maret lalu berakhir dengan silang pendapat yang cukup sengit dan malah menjatuhkan harga minyak mentah WTI ke rekor terendah multi-tahun pada USD20 per barel.

Baca Juga:   Aussie Melompat Pada Data Perumahan, Yen Retraces Pada Tankan

“Partisipasi Rusia dalam pemangkasan produksi sangat tergantung pada AS dan sumber-sumber mengatakan tidak ada seorang pun dari kubu Trump yang akan menghadirinya,” kata Bipan Rai, pimpinan strategi forex Amerika Utara di CIBC Capital Markets, “Saya tak memiliki wawasan mendalam dari rapat, tetapi saya ragu Rusia atau Saudi akan setuju dengan ‘pemangkasan yang digerakkan oleh pasar’ yang bisa jadi dipaksa dimasukkan oleh AS. Ingat, ada masalah anti-trust jika AS berpartisipasi dalam pemangkasan produksi terkoordinir.”

Produksi migas AS dan Kanada sudah tumbang akibat kejatuhan harga minyak mentah baru-baru ini. Stok dalam inventori minyak Amerika Serikat juga meluap, sehingga banyak pihak khawatir banyak perusahaan bakal dipaksa menghentikan aktivitas mereka karena minimnya margin laba dari bidang migas. Dalam konteks situasi saat ini yang juga dibebani oleh dampak ekonomi pandemi COVID-19, maka imbasnya berpotensi sangat buruk bagi ketenagakerjaan dan bisnis kedua negara. Namun jika OPEC bersedia menerapkan kuota produksi lagi, maka aktivitas produksi minyak di kedua negara dapat segera bergairah kembali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply