Pimpinan Fed Optimis Ekonomi Tetap Perkasa, Dolar AS Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menanjak 0.20 persen ke level 97.18, kembali bergerak menuju rekor tertinggi sejak pertengahan tahun 2017, dalam perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (15/November). Menjelang rilis data Penjualan Ritel pada pukul 20:30 WIB nanti malam, Dolar AS ditopang oleh optimisme pimpinan bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) mengenai kondisi ekonomi negeri Paman Sam.

Pimpinan Fed Optimis Ekonomi Tetap Perkasa

Dalam pidato yang disampaikan dini hari tadi di Federal Reserve Bank of Dallas, pimpinan Fed Jerome Powell mengungkapkan keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi AS dan kemampuan bank sentral untuk menjaga stabilitas.

“Saya sangat senang pada situasi perekonomian saat ini,” ungkap Powell, dengan mengutip soal rendahnya pengangguran, kuatnya pertumbuhan ekonomi, serta stabilitas inflasi.

“Kebijakan kami merupakan sebagian alasan mengapa perekonomian berada dalam kondisi sebagus sekarang,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa ada alasan bahwa perekonomian AS akan tetap kuat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengkritisi kenaikan suku bunga Fed yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali tahun ini dan kemungkinan akan dilakukan sekali lagi pada bulan Desember mendatang. Trump menuduh kenaikan suku bunga mengakibatkan perlambatan perdagangan dan merugikan agenda ekonominya.

Baca Juga:   Fed Mengatakan Risiko Penurunan Ekonomi Yang Berkurang

Namun, dalam event ini, Powell mengklaim bahwa kenaikan suku bunga itu penting untuk mencegah kenaikan inflasi dan pembentukan gelembung finansial. “Kita harus mengantisipasi kedua risiko itu secara serius,” katanya.

Sementara itu, kesangsian pasar terhadap rencana diskusi Trump dan Presiden China Xi Jinping, turut mendongkrak Dolar AS. Media Bloomberg mengabarkan bahwa pemerintah China telah menyusun sejumlah konsesi yang bisa dibuat menjelang pertemuan antara Trump dan Xi pada gelaran pertemuan tingkat tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina, akhir bulan ini. Namun, sejumlah analis ragu kalau sebuah kesepakatan benar-benar akan tercapai antara kedua belah pihak, jika hanya berdasarkan rencana konsesi China itu saja. Pasalnya, dokumen itu tidak memuat hal-hal yang diharapkan oleh Trump, misalnya perubahan kebijakan industri.

Ke depan, pelaku pasar juga akan mengantisipasi rilis data Penjualan Ritel AS bulan Oktober yang diperkirakan akan bertumbuh 0.6 persen (Month-over-Month), lebih tinggi dari pencapaian 0.1 persen pada periode sebelumnya. Namun, data Philly Fed Manufacturing Index bulan November yang dijadwalkan dirilis oleh lembaga berbeda pada waktu nyaris serentak, diperkirakan menurun dari 22.2 ke 20.7.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply