Pimpinan SNB: Franc Swiss Bisa Ditekan Oleh Efek Eskalasi Perang Dagang

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CHF telah bertahan pada level tertinggi sejak bulan April 2017 di kisaran 1.0005 dalam sepekan terakhir. Selain karena pengaruh posisi Dolar AS, pergerakan ini juga dilandasi oleh kekhawatiran banyak pihak mengenai dampak perang dagang terhadap perekonomian global.

Franc Swiss Bisa Ditekan Efek Perang Dagang

Dalam sebuah pidato di Bern pada hari Rabu, pimpinan bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB), Thomas Jordan, memperingatkan bahwa Swiss akan berada dalam jajaran negara yang terpukul paling berat jika perang dagang dalam skala besar benar-benar terjadi. Masalahnya, hal itu akan memaksa bank sentral merubah kebijakan.

Jika peningkatan tarif perdagangan internasional mengakibatkan masyarakat mengalami kenaikan harga-harga barang dan jasa, maka bank sentral akan terpaksa menaikkan suku bunga guna menanggulangi tekanan inflasi. Di sisi lain, mereka sebenarnya juga bisa mengambil posisi berlawanan dengan memangkas suku bunga guna menstimulasi pertumbuhan ekonomi, apabila inflasi tetap stabil.

Menurut Jordan, kesenjangan ini dapat berdampak buruk bagi Franc Swiss, walaupun sejatinya sulit untuk memprediksi bagaimana suatu mata uang Safe Haven bakal bereaksi dalam kondisi semacam itu.

Baca Juga:   Euro Tetap Lebih Rendah Setelah Data ZEW Jerman Memburuk

“Apakah mata uang kita akan dicari sebagai Safe Haven dalam kondisi perang dagang?” tanyanya kepada publik, “Ataukah, (Franc Swiss) akan mengalami pelemahan karena Swiss, sebagai negara kecil yang perekonomiannya terbuka, bisa menghadapi tekanan sangat kuat yang diakibatkan oleh kontraksi parah dalam perdagangan global?”

Pidato tersebut disampaikan oleh Thomas Jordan dalam kaitanya dengan eskalasi ketegangan terkait perdagangan antara Amerika Serikat dengan berbagai negara lainnya. Amerika Serikat telah menerapkan tarif impor tinggi atas sebagian produk China yang didatangkan ke negaranya; hal mana dibalas oleh China dengan menerapkan tarif impor pula atas produk AS.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan berjumpa dengan Presiden China Xi Jinping untuk mendiskusikan masalah ini dalam waktu dekat. Namun, jika diskusi tersebut gagal mencapai kemajuan, maka AS dikhawatirkan akan menggelontorkan tarif impor baru atas produk-produk China.

Jordan mengungkapkan bahwa sejauh ini, tarik-ulur antara kedua negara belum menyisakan dampak signifikan pada nilai tukar Franc. Namun, secara tersirat, pidatonya mengindikasikan bahwa perluasan konflik perdagangan bisa berefek pada Swissy.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply