PM Inggris Positif Kena Virus Corona, Pound Gamang

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD sempat menguat hingga 1.1 persen ke kisaran 1.2344 pada perdagangan sesi Eropa hari ini (27/3) hingga beredarnya kabar bahwa PM Inggris Boris Johnson sudah positif terkena virus Corona (COVID-19). Pound juga terpantau melemah versus Yen Jepang, meskipun tetap unggul terhadap Euro.

PM Inggris Positif Kena Virus Corona Pound Gamang

Hanya selang beberapa hari setelah Johnson mengumumkan diberlakukannya lockdown nasional seantero Inggris, ia menyampaikan pesan menggemparkan via akun Twitter-nya. Menurutnya, ia akan memulai swakarantina karena menderita simtom ringan virus Corona (COVID-19) termasuk batuk-batuk.

“Dalam 24 jam terakhir, saya telah mengalami simtom ringan dan dites positif untuk virus Corona. (Jadi) sekarang saya swakarantina, tetapi saya akan terus memimpin respons pemerintah via video-conference selagi kita melawan virus ini. Bersama kita akan mengalahkannya,” demikian bunyi cuitan Boris Johnson.

Pelaku pasar melaporkan pergolakan harga pada hingga 100 poin pada Poundsterling setelah pengumuman tersebut, meski kemudian beranjak naik lagi. Sebagaimana disampaikan oleh Viraj Patel dari Arkera, “Aneh, pound bergerak besar ke bawah atas (berita) Boris Johnson dites positif untuk virus Corona (ini satu kejadian). Mungkin pengecekan realita bahwa kasus terkonfirmasi lebih besar dari laporan dikarenakan kurangnya tes. Tapi kebijakan lockdown Inggris berfungsi. Berharap PM cepat sembuh.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 12/02/2020 - PASCA IPO, ERA MANDIRI CEMERLANG BAKAL GENJOT EKSPANSI BISNIS

Terlepas dari situasi ini, mata uang Pound masih mencatat candle bullish dalam timeframe harian. Penguatan nilai tukar Pound terutama disebabkan oleh kemunduran Dolar AS yang ditekan oleh berbagai faktor. Selain adanya lonjakan data pengangguran AS kemarin, pelaku pasar mensinyalir indikasi keberhasilan kebijakan The Fed untuk melemahkan Greenaback melalui kerjasama swap antar bank sentral. Sebagaimana diketahui, The Fed telah membuka kerjasama swap khusus dengan sedikitnya 14 bank sentral lain, termasuk Bank of England (BoE).

“Pembalikan tajam Dolar AS kemarin adalah bukti jelas bahwa banjir kebijakan dari Federal Reserve untuk menyelesaikan masalah likuiditas USD mulai menjadi makin berhasil,” kata Derek Halpenny dari MUFG, “Jalur swap USD memainkan peran di sini – memang basis EUR dan GBP telah berbalik menjadi mata uang-mata uang itu lebih unggul daripada Dolar AS. Dikarenakan Euro adalah mata uang ber-yield negatif, hal itu cukup penting.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply