PM May Akan Gelar Voting Brexit Lagi, Poundsterling Makin Bearish

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot lebih dari 0.5 persen ke kisaran 1.2840 terhadap Dolar AS dalam perdagangan awal sesi New York hari ini (15/5), kembali ke level terendah yang terakhir kali dicapainya pada Februari lalu. Pasangan mata uang GBP/JPY bahkan tumbang 0.75 persen ke kisaran 140.37, dan EUR/GBP melonjak nyaris 0.40 persen ke level 0.8713. Gonjang-ganjing politik Inggris dan ketidakpastian brexit masih melatarbelakangi depresiasi Poundsterling kali ini.

Politik Inggris Bikin Poundsterling Makin Bearish

Perundingan lintas partai yang digawangi oleh PM Theresa May untuk menjembatani perbedaan pendapat mengenai brexit di parlemen Inggris, belum juga memunculkan titik terang. Padahal, saat ini perundingan tersebut sudah memasuki pekan keenam.

Dalam diskusi pada hari Selasa, PM May menawarkan tata pabean yang lebih dekat dengan Uni Eropa serta menjunjung tinggi hak-hak pekerja dan perlindungan lingkungan, guna membujuk Labour agar bersedia mendukung proposalnya. Namun, partai Labour masih menolaknya dengan menyatakan bahwa pihak pemerintah belum memberikan konsesi yang memadai.

Pelaku pasar makin pesimis kalau partai Konservatif dan Labour sebagai dua kubu paling dominan di parlemen Inggris, akan bisa mencapai kesepakatan tertentu. Meski demikian, PM Theresa May malah mengumumkan bahwa ia akan memboyong kembali draft perjanjian brexit (EU Withdrawal Agreement) ke meja voting parlemen pada tanggal 4 atau tanggal 5 Juni mendatang.

Baca Juga:   Manajer Dana Jepang Menjaga Eksposur Ekuitas Stabil Pada Bulan Desember, Memangkas Obligasi: Jajak Pendapat Reuters

Dalam kondisi saat ini, draft yang kelak akan diajukan oleh PM May agaknya akan sama saja dengan draft yang telah ditolak tiga kali oleh Parlemen. Selama belum ada dukungan eksplisit dari kubu partai Labour, maka draft itu kemungkinan bakal ditolak lagi. Di sisi lain, penolakan yang berulang bisa mengakibatkan PM May dipaksa mundur oleh rekan-rekan separtainya sendiri dalam konvensi yang juga akan digelar pada bulan Juni..

Sedangkan dari perspektif teknikal, Justin McQueen dari DailyFX mencatat, “Seiring GBP/USD bertahan di bawah 200DMA, outlook terus bergeser semakin ke bawah. Pasangan mata uang ini juga telah menembus bawah support garis tren, beserta Fibonacci Retracement 23.6% pada 1.2890, sehingga meningkatkan lingkup (pergerakan) untuk menguji level terendah bulan April pada 1.2865. Penutupan di bawah level ini bisa mengakibatkan penurunan lebih lanjut dengan level terendah bulan Februari (1.2770) sebagai fokus.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply