Potensi Konflik Dagang AS-Uni Eropa Jadi Sorotan Lagi

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD merosot lebih dari 0.4 persen ke level terendah 1.1086 dalam perdagangan hari Jumat ini (17/1). Meskipun data inflasi Zona Euro menunjukkan pertumbuhan stabil 1.3 persen (Year-on-Year) dan bank sentralnya diperkirakan takkan mengubah suku bunga dalam waktu dekat, tetapi Euro tertekan lantaran meningkatnya risiko konflik dagang AS-Uni Eropa.

Potensi Konflik Dagang AS-Uni Eropa Jadi Sorotan Lagi

Tahun lalu, Presiden Donald Trump telah mengancam akan menaikkan tarif impor untuk beragam produk asal Prancis seperti keju dan wine sebagai langkah balasan terhadap Digital Services Tax (DST) yang diterapkan oleh Prancis kepada beragam perusahaan penyedia layanan digital, termasuk perusahaan-perusahaan AS. Ini pun bukan merupakan percikan pertama dalam sengketa dagang AS-Uni Eropa, karena AS sebelumnya sempat mengenakan sanksi kepada Uni Eropa terkait pemberian subsidi bagi produsen pesawat Airbus.

Tadi sore, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa Uni Eropa akan segera merespons apabila AS melancarkan langkah balasan terhadap pemberlakukan DST. Sehari sebelumnya, komisioner perdagangan Uni Eropa, Phil Hogan, juga mengatakan kepada reporter di Washington bahwa tidak akan ada “kesatuan dagang antara Uni Eropa dan AS dalam jangka pendek”.

Baca Juga:   BoE Teguh Pertahankan Suku Bunga, Pound Stabil

Komentar Le Maire dan Hogan membangkitkan kekhawatiran akan terjadinya perang dagang AS-Uni Eropa yang mirip dengan adu tarif AS-China. Padahal, kondisi ekonomi Uni Eropa dikhawatirkan tak terlalu tangguh untuk menghadapi konflik semacam itu.

Derek Halpenny dari MUFG mengatakan, “Euro masih menjadi mata uang G10 berkinerja terbaik sejauh ini pada bulan Januari, dengan arus data makroekonomi memberikan sejumlah harapan untuk kebangkitan moderat dalam pertumbuhan ekonomi kuartal pertama setelah pelemahan pada tahun lalu. Akan tetapi, kita tentu tak bisa menyaksikan lebih banyak risiko dari meledaknya konflik dagang AS-Uni Eropa sekarang, setelah kunjungan Komisioner Perdagangan Uni Eropa Phil Hogan ke AS.”

“Referensi eksplisit ke ‘jangka pendek’ mengisyaratkan bahwa Uni Eropa bisa jadi bersiap-siap menghadapi terjadinya eskalasi dalam waktu dekat,” lanjut Halpenny, “Berdasarkan prosedur Section 301, pemerintah AS secara sah diperkenankan untuk menerapkan tarif kepada negara asing manapun yang (dianggap) melanggar perjanjian yang sudah ada atau terlibat dalam tindakan ‘tidak adil’ atau ‘tidak beralasan’. Digital Services Tax dianggap seperti itu.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply