Pound Ambruk Menjelang Rilis Rencana Negosiasi Dagang Inggris

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD ambruk sekitar 0.4 persen ke kisaran 1.2865 pada pertengahan sesi Eropa hari ini (27/2), menjelang publikasi rancangan awal pemerintah Inggris yang akan diajukan dalam negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa. Pound juga bertekuk lutut versus Euro dan Yen Jepang, karena kekhawatiran pasar mendadak meluas. GBP/JPY merosot 0.5 persen ke kisaran 141.67, dan EUR/GBP melonjak 0.7 persen ke kisaran 0.8500.

Pound Ambruk Menjelang Rilis Rencana Negosiasi Dagang Inggris

Ketegangan menguat di kalangan investor dan trader Sterling, karena pemerintah Inggris dikhawatirkan bakal mengajukan proposal perundingan bernada agresif. PM Inggris Boris Johnson telah menyatakan keinginannya untuk memperoleh perjanjian perdagangan bebas ala Kanada atau Australia dengan Uni Eropa. Namun, Uni Eropa telah menampik minat tersebut, sembari menyarankan agar kedua kawasan mempertahankan perjanjian dagang mirip dengan sekarang saja.

Arus bearish pada Pound juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental lain. Misalnya masalah ketidakpastian anggaran negara yang saat ini masih dalam tahap penyusunan, serta merebaknya wabah virus Corona di Italia yang berpotensi menyebar ke berbagai negara anggota Uni Eropa lain. Meski begitu, sejumlah analis optimis kalau pelemahan Pound kali ini justru membuka peluang menguntungkan untuk buyer.

Baca Juga:   Pound Tergelincir Ke 2 Minggu Terendah Setelah Jasa PMI Memperlambat

“Sterling diperdagangkan dengan gelisah, menjelang perundingan dagang Inggris-Uni Eropa pada bulan Maret, karena perbedaan opini dengan peraturan yang digariskan oleh Uni Eropa dan tata aturan main telah memunculkan pertanyaan tentang akses Inggris ke pasar tunggal,” ujar Daniel Been dari ANZ Bank, “(Namun) kami memahami bahwa terlepas dari bahasa kasar dari kedua belah pihak, hasrat pragmatis untuk mencapai sebuah kesepakatan dagang itu tetap tinggi dan kedua pihak tetap ingin menghindari ‘No Deal’.”

Lanjutnya, “Perekonomian Inggris berkinerja lebih baik, sebagaimana dibuktikan dari normalisasi aktivitas lintas sektor manufaktur dan jasa yang terakumulasi pasca pemilu. Pertumbuhan pekerjaan kuat dan pasar perumahan menunjukkan sinyal pemulihan. Ketidakpastian brexit telah berkurang dan keyakinan bisnis pulih. Kepergian Inggris dari Uni Eropa menyediakan alternatif diversifikasi di dalam benua Eropa. Kami tetap berpandangan konstruktif pada GBP, menilai penurunan sebagai peluang beli jangka menengah.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply