Pound Dibayangi Kesangsian, Negosiasi Krusial Brexit Hingga Pekan Depan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD terkunci di kisaran 1.2220 dalam perdagangan hari ini (9/10). Sterling sempat melonjak pada sesi Asia lantaran munculnya rumor mengenai kemungkinan pemberian konsesi penting oleh Uni Eropa bagi Inggris. Akan tetapi, aksi jual kembali terjadi karena kesangsian pasar terhadap prospek tercapainya kesepakatan brexit di detik-detik terakhir menjelang pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pekan depan.

Pound Dibayangi Kesangsian

Menurut laporan media The Times, Uni Eropa siap untuk menyediakan mekanisme khusus agar Irlandia Utara bisa meninggalkan kawasan pabean tunggal Uni Eropa secara unilateral, beberapa tahun setelah brexit. Konsesi ini dimaksudkan untuk melengkapi rencana backstop dalam memecahkan masalah arus barang dan orang via perbatasan Irlandia seusai keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sepintas, konsesi ini mewakili itikad baik dari Uni Eropa untuk memberikan kelonggaran bagi Inggris. Namun, topik serupa telah lama diperdebatkan sejak negosiasi brexit di masa PM Theresa May. Saat itu, topik ini dikesampingkan karena pemerintah dan parlemen Inggris sama-sama tak ingin Irlandia Utara mengikuti aturan perdagangan pabean Uni Eropa yang berbeda dengan Inggris.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Minyak Mentah Berjangka : 19 - 23 September 2016

Menanggapi rumor tawaran konsesi Uni Eropa kali ini, juru bicara partai DUP, Sammy Wilson, juga menyampaikan komentar negatif. Katanya, “(Tawaran) itu takkan pergi kemanapun. Pemerintah (Inggris) di Westminster tidak akan menerimanya, kami (anggota parlemen Inggris) tidak akan menerimanya.”

Di sisi lain, pemerintah Inggris malah masih bergumul dengan proposal brexit versi PM Boris Johnson yang telah ditolak oleh para petinggi Uni Eropa. Proposal itu konon tetap akan diajukan ke depan Parlemen Inggris pada tanggal 19 Oktober mendatang, tak peduli apakah PM Boris Johnson berhasil mendapatkan persetujuan Uni Eropa atau tidak dalam pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa tanggal 17-18 Oktober.

Situasi ini meningkatkan risiko politik yang membayangi Poundsterling. Apabila Johnson berhasil mendapatkan persetujuan Uni Eropa untuk proposalnya, maka Inggris akan keluar dari Uni Eropa dengan berbekal sebuah kesepakatan pada tanggal 31 Oktober. Namun, jika Johnson gagal mendapatkan persetujuan Uni Eropa, maka ia bisa dijatuhkan oleh mosi tak percaya di Parlemen Inggris pada tanggal 19 Oktober atau beberapa hari kemudian.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply