Pound Tergelincir Meski Data PMI Mengungguli Ekspektasi

Afiliasi IB XM Broker

Sterling terpantau lesu dalam perdagangan hari Jumat ini (24/1), padahal rilis data ekonomi terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas di sektor manufaktur maupun jasa. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, GBP/USD melemah sekitar 0.2 persen ke level 1.3105, sementara GBP/JPY melemah 0.18 persen ke level 143.41. Probabilitas pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris dalam jangka pendek telah berkurang, tetapi optimisme pasar cenderung termoderasi oleh spekulasi.

Pound Tergelincir Meski Data PMI Mengungguli Ekspektasi

Markit/CIPS melaporkan bahwa skor Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Inggris mengalami kenaikan dari 47.5 menjadi 49.8 pada bulan Januari 2020, mengungguli ekspektasi yang hanya sebesar 47.6. Skor PMI Jasa juga mencatat kenaikan impresif dari 50.0 menjadi 52.9 dalam periode yang sama, walaupun ekonom sebelumnya memperkirakan penurunan ke 49.4. Secara gabungan, skor PMI pulih dari 49.3 menjadi 52.4.

Ini merupakan skor PMI komposit yang bersifat ekspansif pertama kalinya dalam empat bulan terakhir. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa optimisme bisnis yang direkam oleh hasil survei bulan Januari 2020 telah mencapai rekor tertinggi sejak bulan Juni 2015.

Baca Juga:   Dolar Melayang Di Tertinggi 2 Minggu Karena Data AS Optimis

“(Data) menggarisbawahi perubahan arah signifikan untuk perekonomian sektor swasta pada awal tahun 2020. Aktivitas bisnis berekspansi untuk pertama kalinya dalam lima bulan, digerakkan oleh peningkatan pekerjaan baru paling tajam sejak September 2018,” papar IHS Markit, “Ada laporan yang tersebar luas bahwa berkurangnya ketidakpastian politik setelah pemilihan umum memberikan dampak positif bagi keputusan belanja konsumen dan bisnis pada awal tahun. Responden survei sering berkomentar tentang harapan bahwa berakhirnya ketidakpastian politik domestik akan berdampak baik bagi investasi bisnis dan membantu mempertahankan lansekap ekonomi yang bagus.”

Meski demikian, sorotan pasar masih berpusat pada probabilitas pemangkasan suku bunga BoE dalam rapat kebijakan yang akan diadakan minggu depan. Sejumlah analis menilai laporan PMI yang jelas-jelas cemerlang seperti ini berpotensi mencegah bank sentral melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Akan tetapi, ada pula analis yang menilai tetap ada peluang besar untuk pemangkasan suku bunga.

“Kami tetap nyaman dengan pandangan kami bahwa pertumbuhan GDP kuartalan akan meningkat ke laju 0.4 persen pada kuartal pertama dan kedua, dan bahwa MPC akan mempertahankan suku bunga tetap pada minggu depan maupun sepanjang tahun 2020. Saat kami menulis ini, pasar sekarang hanya melihat peluang 43 persen untuk MPC memangkas suku bunga bank pada 30 Januari, turun dari 50 persen sebelum rilis PMI, dan (lebih rendah dari) puncak 75 persen pekan lalu,” kata Samuel Tombs dari Pantheon Macroeconomics.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply