Pound Tumbang Akibat Tertundanya Pengesahan Anggaran Inggris

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD merosot hingga 0.6 persen ke kisaran 1.2920-an dalam perdagangan sesi New York hari ini (26/2) akibat spekulasi seputar tertundanya pengesahan anggaran pemerintah Inggris. Sejumlah kekhawatiran lain juga menekan Pound, seperti ketidakpastian dampak wabah virus Corona dan probabilitas pemangkasan suku bunga BoE.

Pound Tumbang Akibat Tertundanya Pengesahan Anggaran Pemerintah Inggris

Ketangguhan Pound sejak tahun ini bersumber dari keputusan bank sentral Inggris (BoE) untuk tidak mengubah suku bunga pada bulan Januari demi menantikan perilisan anggaran belanja negara pada tanggal 11 Maret. Akan tetapi, pengesahan anggaran tersebut sekarang dikhawatirkan akan ditunda. Di sisi lain, negosiasi dagang antara Inggris dan Uni Eropa yang menegangkan bakal segera dimulai.

“Perasaan saya mengatakan, pasar mundur dari posisi long Pound yang awalnya ditakdirkan untuk mengalami ekspansi berkat anggaran bulan depan. Namun, laporan terbaru menyatakan kebijakan itu bisa ditunda hingga musim Gugur,” kata Neil Jones dari Mizuho Bank.

Sementara itu, masifnya infeksi virus Corona di Italia juga memunculkan kekhawatiran tentang kemungkinan penyebaran ke berbagai negara anggota Uni Eropa dan Inggris. Jumlah infeksi di Italia mendadak naik dari nol pada pekan lalu menjadi 322 pekan ini, dengan 10 korban meninggal. Selusin dari 20 wilayah di negeri yang beribukota di Roma tersebut sudah terjangkiti, tetapi sebagian besar kasus terjadi di Lombardy dan Veneto.

Baca Juga:   Harga Emas Tergelincir Dan Tetap Di Bawah Level $ 1.500, Semua Mata Tertuju ECB

Hingga saat ini, masih belum diketahui bagaimana virus bisa menyebar di Uni Eropa secara tiba-tiba. Yang jelas, arus migrasi tanpa batas di kawasan ini bakal mempermudah penyebaran virus lintas negara.

“Travel ban bisa diberlakukan, tetapi bagaimana Anda akan mengendalikannya jika perbatasan Anda terbuka? Anda melarang penerbangan dari China ke Milan, dan orang itu hanya akan terbang lewat Frankfurt. Jadi, kecuali Anda melakukan penutupan perbatasan ala China, maka akan menjadi strategi pembendungan wabah dengan realisasi berbeda di Barat dibandingkan China,” kata Brad Bechtel dari Jefferies.

Lanjutnya, “Satu hal yang jelas, pemerintah dan bank-bank sentral akan bergerak… pemerintah bisa jadi tak punya pilihan kecuali menyediakan stimulus. Situasi ini kemungkinan terbukti cukup (gawat) untuk mendorong Jerman melompat untuk mendukung sisi fiskal. Italia sudah memeringatkan para pejabat Uni Eropa bahwa target anggaran akan jebol. Jika dan ketika masalah virus berlalu, kita akan mendapati dunia dengan likuiditas yang jauh lebih banyak dibandingkan empat bulan lalu.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply