Pounds Berfokus Pada Negosiasi Brexit Di Brussels

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menjadi sorotan pasar menjelang akhir pekan ini, karena perwakilan Inggris dan Uni Eropa akan melanjutkan negosiasi mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) di Brussels, Belgia. Dalam pertemuan tersebut, pasar akan mengevaluasi apakah komentar Barnier sebelumnya mengenai akan dicapainya kesepakatan istimewa bagi Inggris, benar-benar terealisasikan. Konferensi pers pasca acara tersebut bisa menentukan pergerakan nilai tukar mata uang dijuluki Cable ini dalam perdagangan pekan depan.

 

Optimisme Barnier

Poundsterling sempat terbang tinggi terhadap Euro dan Dolar AS kemarin, setelah pimpinan delegasi negosiasi Uni Eropa, Michel Barnier, mengatakan bahwa sebuah kesepakatan mengenai Brexit akan tercapai dengan memuat persetujuan bagi hubungan yang sangat dekat antara Inggris dan Uni Eropa. Perwakilan negosiasi dari Inggris, Dominic Raab, juga menyampaikan pernyataan positif mengenai negosiasi tersebut.

Hal itu langsung memicu respon positif di kalangan pelaku pasar. GBP/USD langsung melesat nyaris 1 persen, sementara EUR/GBP naik sekitar 0.7 persen. Namun, pada perdagangan hari Jumat ini (31/Agustus), GBP/USD terkoreksi tipis 0.05 persen hingga sesi Eropa ke kisaran 1.3001, sedangkan EUR/GBP naik sedikir sebesar 0.03 persen ke 0.8967.

Baca Juga:   Saham TRIM SENIN 02/04/2018 ( Berita Saham )

Pounds Berfokus Pada Negosiasi Brexit di Brussels

 

Nantikan Konferensi Pers

Pertemuan Dominic Raab dan Michel Barnier hari ini dijadwalkan berlangsung selama enam jam dengan agenda membahas permasalahan yang tersisa terkait proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa serta hubungan perdagangan antara kedua wilayah setelahnya. Pelaku pasar mengekspektasikan mereka berdua akan menyampaikan hasil diskusi dalam konferensi pers yang kemungkinan diadakan pada 13:15 BST (GMT+1) atau sekitar pukul 22:15 WIB nanti malam.

Nada optimis maupun pesimis dalam konferensi pers tersebut bisa menentukan arah pergerakan Sterling berikutnya. Secara umum, meskipun saat ini Poundsterling agak mengendur, tetapi pasar masih mencari sinyal positif dalam negosiasi Brexit di Brussels. Oleh karenanya, apabila ternyata tak dicapai kemajuan signifikan, maka pasar dapat berbalik menghantam Sterling.

“Kami mengantisipasi Uni Eropa dan Inggris akan menyetujui sebuah perjanjian transisi (keluarnya Inggris dari Uni Eropa), termasuk dalam perdagangan. GBP/USD akan kesulitan untuk terapresiasi selama ketidakpastian mengenai Brexit masih ada,” ungkap Richard Grace, pimpinan pakar strategi mata uang di CBA, sebagaimana dikutip oleh Poundsterling Live.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply