Pounds Berupaya Beranjak Setelah Rilis Claimant Count Change

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling naik 0.35 persen ke kisaran 1.2605 pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (11/Desember), setelah terperosok pada level terendah 20 bulan pasca pengumuman menghebohkan PM Theresa May kemarin. Penundaan voting proposal Brexit yang dilakukan oleh PM May mengancam stabilitas politik dan ekonomi Inggris menjelang keluarnya negeri itu dari Uni Eropa, tetapi pasar masih menantikan keputusan selengkapnya sebelum melancarkan aksi jual lagi. Sementara itu, data ketenagakerjaan Inggris hari ini menunjukkan pertumbuhan gaji melampaui ekspektasi.

Pounds Berupaya Beranjak Setelah Rilis Claimant Count Change

Pada hari Senin, PM May mendadak membatalkan voting atas proposal Brexit yang sedianya akan diadakan hari ini. Menurut PM May, ia ingin bernegosiasi lagi dengan Uni Eropa untuk mendapatkan konsesi lebih besar.

Sebagian pelaku pasar sangsi kalau Uni Eropa akan bersedia memberikannya. Bahkan, tindakan May ini dianggap sebagai intro menuju Brexit yang kacau (“No-Deal Brexit”). Namun, ada pula yang memperkirakan kalau tindakan May membuka kemungkinan digelarnya referendum kedua mengenai keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa.

“Pasar telah memperhitungkan peluang No-Deal Brexit yang sedikit lebih besar,” ujar Thu Lan Nguyen, seorang analis di Commerzbank, kepada Reuters, “Tetapi kita akan bergerak sideways hingga ada suatu keputusan tertentu.”

Baca Juga:   USD/JPY Turun Selama Sesi Asia

Pada hari yang sama, Presiden European Council mengungkapkan bahwa para pemimpin Uni Eropa akan mendiskusikan Brexit pada sebuah pertemuan tingkat tinggi pekan ini. Namun, ia menegaskan tidak akan melakukan negosiasi ulang atas kesepakatan yang telah tercapai.

Di sisi lain, sebuah kekhawatiran baru juga merebak di pasar terkait dengan demonstrasi yang berlangsung di Prancis selama sepekan terakhir. Oleh karenanya, pasangan mata uang EUR/GBP terpantau -0.15 persen ke kisaran 0.9022 saat berita ditulis. Namun, investor dan trader sebentar lagi bakal mengalihkan fokusnya pada rilis penilaian ekonomi Zona Euro oleh bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada hari Kamis mendatang.

Dari dalam negeri Inggris, data ketenagakerjaan yang baru saja dipublikasikan menampilkan penurunan Claimant Count Change dari 23.2k menjadi 21.9k pada bulan November. Walaupun angkanya lebih buruk dibandingkan ekspektasi awal, tetapi tingkat pengangguran stagnan pada 4.1 persen dan gaji bertumbuh lebih tinggi. Average Earnings Index plus Bonus tercatat naik 3.3 persen, mengungguli rekor 3.1 persen pada periode sebelumnya maupun 3.0 persen yang diestimasikan para ekonom.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply