Pounds Melonjak Setelah Tercapainya Solusi Brexit Di Sektor Jasa

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Poundsterling sontak melesat nyaris 1 persen ke kisaran 1.2900 versus Dolar AS pada sesi Eropa hari ini (1/November), setelah diumumkan bahwa Inggris berhasil mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa terkait masa depan sektor jasa pasca Brexit kelak. GBP/USD pun merangsek ke level tertinggi sejak minggu lalu dan mengabaikan kabar bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Inggris merosot dalam bulan Oktober.

Pounds Melonjak Setelah Tercapainya Solusi Brexit Di Sektor Jasa

Sebuah laporan yang dirilis media The Times mengungkapkan, sejumlah narasumber anonim telah mengonfirmasi bahwa negosiator Inggris dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan tentatif terkait semua aspek dalam kerjasama masa depan di sektor jasa, termasuk mengenai pertukaran data.

Oliver Wright, salah satu Editor di media The Times, menyampaikan, “(Perdana Menteri Inggris) Theresa May telah berhasil mencapai kesepakatan dengan Brussels bahwa (mereka) akan mengijinkan perusahaan-perusahaan jasa Inggris untuk terus mengakses pasar Eropa pasca Brexit.”

Hal ini dianggap sangat signifikan oleh para pelaku pasar, karena sektor jasa mencakup lebih dari 80 persen aktivitas ekonomi Inggris, termasuk diantaranya sektor jasa keuangan. Sebelumnya, sejumlah bank dan perusahaan investasi multinasional telah menyatakan siap memindahkan kantornya, apabila bisnis mereka terpengaruh buruk oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dengan demikian, kesepakatan ini memberikan kepastian yang sudah lama dinantikan oleh pasar.

Baca Juga:   USD / CAD Sedikit Berubah Sebelum Data AS

Apabila kesepakatan ini sungguh terealisasikan, maka akan memungkinkan sektor bisnis paling penting di Inggris untuk berekspansi, meningkatkan investasi mereka, dan menggenjot pertumbuhan Inggris pad atahun 2019. Itulah sebabnya, kabar tersebut langsung melonjakkan nilai Poundsterling.

Secara terpisah, European Commission juga sudah berikrar akan menginjinkan korporasi dan warga Uni Eropa untuk terus menggunakan perusahaan kliring di Inggris guna menyelesaikan kontrak-kontrak berdenominasi Euro. Secara efektif, janji ini mengakhiri ketakutan kalau Brexit bisa menciptakan kerugian pada kontrak derivatif keuangan senilai triliunan Euro. Apalagi, menurut media Financial Times, akses tersebut akan tetap dibuka, meskipun terjadi “No-Deal Brexit”.

Rentetan kabar baik ini diekspektasikan akan terus mendongkrak GBP/USD, walaupun data PMI Manufaktur Inggris baru saja dirilis mengecewakan. Indeks PMI Manufaktur anjlok dari 53.6 ke 51.1 pada bulan Oktober dikarenakan meningkatnya kekhawatiran pelaku bisnis terkait Brexit. Diabaikannya data ini karena dibuat berdasarkan survei sebelum kesepakatan terbaru antara Inggris dan Uni Eropa tercapai, sehingga trader dan investor juga sebaiknya tetap berfokus pada kabar mengenai Brexit saja.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply