Pounds Menguat Setelah Parlemen Inggris Tolak No-Deal Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melonjak sekitar 2 persen terhadap Dolar AS, setelah Parlemen Inggris memutuskan untuk menghapus opsi “No-Deal Brexit” dalam voting yang berakhir pada dini hari tadi. Pergerakan Sterling kembali melemah pada sesi Asia, tetapi perlahan naik lagi saat memasuki sesi Eropa. Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD mencatat penurunan intraday sebesar 0.53 persen pada kisaran 1.3268, sementara EUR/GBP meningkat 0.27 persen ke kisaran 0.8530.

Pounds Menguat Setelah Parlemen Inggris Tolak No-Deal Brexit

Dalam voting di parlemen, mosi untuk menolak opsi “No-Deal Brexit” berhasil menang dengan perolehan suara ketat 312 versus 308. Hal ini spontan memicu reli Poundsterling, karena “No-Deal Brexit” merepresentasikan skenario terburuk bagi Inggris yang telah dikhawatirkan oleh para pebisnis, investor, dan bank sentralnya sejak tahun lalu. Akan tetapi, hasil voting belum mengakhiri ketidakpastian brexit menjelang deadline tanggal 29 Maret mendatang.

Perlu diketahui, keputusan parlemen Inggris tidak bersifat mengikat secara hukum, melainkan hanya mencegah pemerintah untuk “menyerah” secara moral saja. Seusai voting tersebut, PM Theresa May juga menegaskan bahwa “No-Deal Brexit” masih bisa terjadi jika parlemen Inggris menolak untuk meratifikasi draft kesepakatan apapun yang telah dicapai dalam perundingan dengan Uni Eropa.

Baca Juga:   Saham SSMS JUMAT 27/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Parlemen Inggris akan kembali menggelar voting nanti malam, untuk memberikan landasan hukum bagi PM Theresa May guna mengajukan penundaan deadline Brexit kepada Uni Eropa. Hingga saat ini, belum diketahui berapa lama waktu penundaan yang akan diajukan. Sejumlah rumor yang beredar mensinyalir kalau May akan mengajukan penundaan tenggat selama 2 bulan, tetapi Uni Eropa lebih cenderung pada jangka waktu lama antara 1-2 tahun. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi Uni Eropa telah menyatakan bahwa enggan membahas kembali draft kesepakatan yang telah ditolak parlemen Inggris pada hari Selasa.

Sejumlah analis tetap optimis terhadap outlook Poundsterling. “Sekarang kami mengekspektasikan perpanjangan Article 50, dan perkiraan dasar para ekonom kami tetap bahwa sebuah kesepakatan pada akhirnya akan disetujui, sehingga semestinya mendorong penguatan GBP secara moderat,” ujar George Cole dari Goldman Sachs, “Bagi GBP, perpanjangan (deadline Brexit) meningkatkan kemungkinan proses Brexit ke depan akan membuahkan hasil yang lebih lunak.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply