Pounds Menguat Tipis, Spanyol Ancam Negosiasi Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menguat 0.13 persen ke level 1.2804 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eorpa hari Rabu ini (21/November), tetapi masih dalam kisaran terendah dalam satu bulan. Pasangan mata uang EUR/GBP juga menanjak 0.13 persne ke level 0.8900, walaupun GBP/JPY menanjak 0.40 persen ke level 144.76 karena pemulihan sentimen risiko pasar.

Ketidakpastian baru mengemuka dalam negosiasi Brexit, setelah Spanyol mengancam akan menolak proposal Inggris jika pendapat mereka mengenai Gibraltar diabaikan. Meskipun suara Spanyol saja tak bisa menggagalkan negosiasi, tetapi hal ini membuat pelaku pasar khawatir akan kemungkinan munculnya kejutan lain.

Pounds Menguat Tipis

Dalam sebuah konferensi ekonomi di Madrid, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan, “Mulai hari ini, jika tidak ada perubahan tentang Gibraltar, Spanyol akan mengatakan tidak pada kesepakatan Brexit.

Pulau Gibraltar yang berada di lepas pantai Spanyol merupakan salah satu kawasan yang diperdebatkan statusnya. Secara resmi, Gibraltar termasuk teritori Inggris (British Overseas Territory). Namun, Spanyol sudah lama memperdebatkannya atas dasar sejarah dan ingin Inggris mengembalikan Gibraltar ke tangan Spanyol.

Baca Juga:   Sterling Menyentuh Posisi Terendah Hari Setelah Data Pabrik U.K. Lemah

Manuver Spanyol saat ini menambah jumlah rintangan yang harus dilewati Perdana Menteri Theresa May dalam menggolkan proposal Brexit yang telah disusunnya. Belum lagi tantangan atas kepemimpinannya (dalam bentuk mosi tidak percaya) terselesaikan, Spanyol mengancam akan memveto proposal ini.

Secara konkrit, Spanyol tak bisa memblokir negosiasi sendirian, karena dibutuhkan suara mayoritas. Dalam Uni Eropa, suara mayoritas ini haruslah mencapai 72 persen dari 27 negara anggota yang mewakili 65 persen dari keseluruhan populasi Uni Eropa, atau dengan kata lain minimal 20 negara.

“Spanyol hanya mencakup 10 persen lebih sedikit dari 27 Negara Uni Eropa (dan hanya mewakili satu negara anggora saja). Oleh karenanya, mereka tak bisa menghalangi negosiasi sendirian,” ujar Piet P.H. Christiansen, seorang analis senior di Dankse Bank.

Meskipun demikian, hal ini tak berarti kalau kejutan yang di luar ekspektasi takkan terjadi. Masalahnya, rumor terbaru menyebutkan bahwa Uni Eropa sudah menutup peluang konsesi tambahan bagi PM May.

“Harapan apapun yang dimiliki PM (May) untuk melobi soal dokumen hubungan Uni Eropa-Inggris pasca Brexit di detik-detik terakhir sudah tak mungkin. Pejabat-pejabat Uni Eropa mensinyalkan teks akan ditolak secara internal, sebelum ia (PM May) bertemu dengan JC Juncker (pimpinan European Commission),” ungkap Katya Adler, editor BBC Eropa.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply