Pounds Sideways Menjelang Pertemuan Di Salzburg

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling bergerak lesu lagi pada pada perdagangan hari Selasa ini (18/September), menjelang sebuah pertemuan penting yang akan digelar di Austria pada pertengahan pekan. Meskipun kemungkinan “No-Deal Brexit” telah sirna dengan meluasnya ekspektasi akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat, tetapi isu krusial mengenai perbatasan Irlandia masih belum terpecahkan.

Memasuki awal sesi New York, pasangan mata uang GBP/USD terpantau turun sekitar 0.15 persen, tetapi masih berada pada kisaran tertinggi sejak awal Agustus pada level 1.3136. Sementara itu, EUR/GBP naik 0.20 persen ke 0.8898, dan GBP/JPY menanjak 0.10 persen ke 147.29.

Pounds Sideways Menjelang Pertemuan Di Salzburg

Sebagaimana dilansir oleh Reuters tadi sore, jajaran menteri Jerman dan Austria mengungkapkan harapan mereka agar kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa dapat tercapai pada bulan November 2018. Mereka menyatakan, tak ada pihak yang ingin “menghukum” Inggris karena keluar dari Uni Eropa; tetapi UE memiliki batas-batas yang jelas dan Inggris perlu mencari cara yang tepat untuk menyelesaikan negosiasi, khususnya terkait dengan perbatasan Irlandia.

Baca Juga:   Pengawas Kompetisi Australia Membuka Penyelidikan Ke Layanan Forex

Sebagian analis menilai Pounds saat ini sangat murah jika dibandingkan dengan fundamental ekonominya. Jadi, lemahnya posisi Pounds semata-mata karena kemungkinan “No-Deal Brexit” saja. Apabila kemungkinan ini terhapus, maka Sterling bisa melejit secepat kilat.

Awal pekan ini, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan akan ada konsekuensi negatif yang sangat besar bagi perekonomian Inggris, apabila harus keluar dari Uni Eropa tanpa mencapai kesepakatan tertentu terlebih dahulu. Christine Lagarde memaparkan, “Jika terjadi, maka akan ada konsekuensi berbahaya. Hal itu akan berdampak pada berkurangnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya defisit, dan depresiasi mata uang.”

Beberapa perusahaan di Inggris juga menyampaikan desakan mereka agar kesepakatan dicapai secepatnya. Baru-baru ini, Land Rover dan Jaguar mengindikasikan bahwa mereka akan memindahkan pabrik ke luar Inggris, apabila terjadi skenario terburuk.

“Bagi GBP, tak ada banyak hal yang penting, kecuali Brexit,” ujar Richard Kelly, pimpinan strategi global di TD Securities. Menurutnya, pelaku pasar akan memantau pertemuan informal Dewan Eropa di Salzburg, Austria, pada hari Rabu dan Kamis untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply