Pounds Tegang Nantikan Pengumuman Rencana Brexit Baru PM May

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD sempat anjlok pada awal perdagangan hari Senin (21/1), tetapi telah beranjak kembali ke kisaran harga pembukaan di sekitar 1.2870 saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa. Sementara itu, posisi Pounds nyaris statis versus Euro dan anjlok 0.15 persen terhadap Yen Jepang. Dinamika ini ditampilkan oleh Poundsterling di tengah keresahan pelaku pasar menjelang penyampaian rencana Brexit baru oleh Perdana Menteri Theresa May pada anggota parlemen nanti malam yang berpotensi memicu pergerakan besar.

Pounds Tegang Nantikan Pengumuman Rencana Brexit Baru PM May

Di tengah minimnya rilis data berdampak besar pada awal pekan ini, investor dan trader kembali menyoroti rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dikenal dengan julukan Brexit. Setelah draft kesepakatan Brexit yang digadang-gadang PM May ditolak oleh anggota parlemen Inggris pada voting minggu lalu, ia dan timnya kembali menggodok rencana yang diharapkan dapat memperoleh sambutan lebih baik pada voting berikutnya tanggal 29 Januari mendatang. Penyampaian verbal dan tertulis tersebut menandai babak baru dalam rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Baca Juga:   Outlook FOREX Mingguan : 17 - 21 September 2018

Menurut media Express.co.uk, PM May dirumorkan tengah bersiap untuk memodifikasi rencana terkait perbatasan Irlandia Utara guna mendapatkan kembali dukungan anggota-anggota parlemen dari partai Konservatifnya dan koalisi lain yang sempat “berkhianat” pada voting sebelumnya. Sementara itu, sebagian kelompok pro-Brexit khawatir kalau rencana baru PM May akan memberlakukan “Soft Brexit” yang menghapus esensi Brexit itu sendiri.

Esok hari, pelaku pasar juga akan memantau beberapa laporan berdampak tinggi, khususnya Claiman Count Change untuk periode Desember dan Average Earnings Index untuk periode November. Kedua data diekspektasikan tetap mencatat kenaikan moderat, sementara Tingkat Pengangguran pun diperkirakan tetap pada level 4.1 persen.

Namun demikian, beberapa laporan ekonomi Inggris belakangan ini telah menunjukkan perlambatan akibat berkepanjangannya ketidakpastian soal Brexit. Oleh karenanya, pelaku pasar akan menyoroti apakah perlambatan benar-benar meluas di negeri yang beribukota London ini. Apabila data ekonomi dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka dapat membuka peluang kemerosotan lebih jauh pada Poundsterling terhadap mata uang mayor lainnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply