Pounds Terdongkrak Terbatas Pasca Pengunduran Diri PM Theresa May

Bonus Welcome Deposit FBS

Laporan Penjualan Ritel Inggris yang dirilis hari ini (24/5) nyaris tak dihiraukan oleh pelaku pasar, karena gonjang-ganjing politik setempat akhirnya mencapai titik kulminasi. Pada pertengahan sesi Eropa tadi, PM Theresa May mengumumkan kesediaannya untuk mengundurkan diri pada tanggal 7 Juni 2019, setelah berhari-hari menghadapi pemberontakan dalam kabinetnya sendiri.

Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD telah mencetak level tertinggi harian pada 1.2718. GBP/JPY juga akhirnya beranjak naik dari kisaran terendah tahun ini. Namun, Sterling dikhawatirkan tak akan mampu mempertahankan reli, karena munculnya ketidakpastian mengenai siapa calon pengganti May.

Pounds Terdongkrak Oleh Pengunduran Diri PM Theresa May

Keputusan Theresa May untuk mengundurkan diri tidaklah mudah. Sejak awal pekan, para petinggi partai Konservatif telah silih berganti membujuknya agar mengakui ketidakmampuannya memecahkan masalah brexit dan menyerahkan tanggung jawab itu ke tangan pentolan partai lainnya. Oleh karena itu, pengumumannya sore ini membawa kelegaan bagi banyak pihak, tak terkecuali pelaku pasar.

Meski demikian, pasar juga memantau bursa calon perdana menteri Inggris berikutnya yang sementara ini diisi oleh tokoh-tokoh anti-Uni Eropa, seperti Boris Johnson. Apabila tokoh dengan pandangan Eurosceptic yang menggantikan Theresa May sebagai Perdana Menteri, maka prospek No-Deal Brexit pun akan meningkat.

Baca Juga:   GBP / USD Reli Lebih Dari 1%, Menyentuh Level Tertinggi 1,5 Bulan

Justin McQueen dari DailyFX mencatat, “Siapapun Perdana Menteri berikutnya, opini yang terpecah belah di lansekap perpolitikan (Inggris) tetap sama. Dan meski sulit untuk memperediksi perkembangan politik Inggris dalam jangka pendek, ada kenaikan risiko (diadakannya) pemilihan umum pada musim gugur, yang berpotensi mengakibatkan penundaan Article 50 lagi (yang deadline sementara ini dipatok pada 31 Oktober). Pada saat ini, risiko ‘No-Deal’ telah meningkat sekali lagi.”

Hal serupa disampaikan oleh Paul Dales dari Capital Economics. Katanya, “Pengunduran diri PM Theresa May mendukung opini kami baru-baru bahwa kemungkinan (disetujuinya) kesepakatan brexit sudah runtuh (untuk saat ini), dan peluang penundaan baru serta ‘No-Deal Brexit’ telah meningkat. Walaupun pasar finansial bisa jadi sudah memperhitungkan (pengunduran diri Theresa May sejak beberapa waktu lalu), tetapi kami meyakini risiko penurunan Poundsterling dan yield obligasi pemerintah Inggris telah bertambah.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply