Pounds Tertekan Di Tengah Pesimisme Soal Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD tercatat naik tipis ke level 1.2772 pada sesi Eropa hari Rabu ini (9/1), tetapi masih di dalam bayang-bayang candle yang menandai kisaran perdagangan kemarin. Pernyataan terbaru dari salah satu pejabat tinggi menyiratkan kecilnya peluang akan lolosnya kesepakatan Brexit yang diajukan PM Theresa May di Parlemen Inggris, sehingga ikut menekan Poundsterling.

Pounds Tertekan Di Tengah Pesimisme Soal Brexit

Perdana Menteri Theresa May telah berulang kali mewanti-wanti para anggota parlemen bahwa jika mereka tak meloloskan kesepakatan Brexit yang diajukannya, maka takkan ada “kesepakatan cerai” baru dengan Uni Eropa. Ancaman tersebut makin menggaungkan gemanya menjelang voting yang akan digelar pada 15 Januari mendatang terkait masalah ini.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio, Cabinet Office Minister David Lidington mengatakan, “Saya kira masyarakat Inggris takkan diuntungkan dengan fantasi tentang kesepakatan alternatif yang ajaib, yang entah bagaimana akan muncul begitu saja di Brussels. Kesepakatan yang ada di meja (saat ini) telah melibatkan sejumlah konsesi sulit dari kedua belah pihak.”

Baca Juga:   Euro Terpuruk Karena Lesunya Aktivitas Ekonomi Jerman

Sejumlah skenario alternatif seperti referendum Brexit kedua dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan tertentu (No-Deal Brexit) makin naik daun dalam beberapa pekan terakhir. Masalahnya, Uni Eropa telah menegaskan bahwa mereka tak mau menambah konsesi yang diberikan bagi Inggris menjelang deadline Brexit tanggal 29 Maret mendatang. Namun, pihak pemerintah Inggris saat ini di bawah PM May agaknya enggan menempuh skenario-skenario alternatif tersebut.

Sementara itu, Pounds bergumul dalam pergerakan sideways versus Euro yang tengah dibelit berbagai dilema soal pertumbuhan ekonomi kawasan. Posisi EUR/GBP hari ini nyaris flat di kisaran 0.8992, masih di sekitar range perdagangan yang sama sejak pertengahan Desember lalu.

Euro tertekan setelah data output industri Jerman yang dirilis kemarin menunjukkan penurunan tiga bulan beruntun, sehingga menggarisbawahi kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi Zona Euro. Sejumlah analis mensinyalir kalau penurunan permintaan global dan konflik dagang yang dipicu AS telah berimbas pada menurunnya pesanan bagi para eksportir Jerman. Padahal, pada bulan Desember lalu, bank sentral Eropa (European Central Bank) baru saja memutuskan untuk menghentikan ekspansi stimulus moneter dengan ekspektasi perekonomian telah pulih.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply