Poundsterling Berusaha Pertahankan Level Tertinggi Delapan Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling nampak melemah tipis pada perdagangan hari Kamis ini (28/2), tetapi masih dalam kisaran level tertinggi delapan bulan yang dicapainya pada hari Rabu. Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1.3295. Sterling juga mengalami koreksi terbatas versus Yen dan Euro.

Poundsterling Capai Level Tertinggi Delapan Bulan

Sejak awal pekan ini, Poundsterling meroket akibat keputusan PM Theresa May untuk memperbolehkan Parlemen mengajukan penundaan Brexit, jika draft kesepakatan Brexit yang diajukannya dua minggu mendatang akan ditolak lagi. Laporan yang beredar di media-media Inggris menyebutkan bahwa apabila Brexit akan ditunda, maka lama penundaan tersebut hanya dapat ditentukan oleh Uni Eropa. Di sisi lain, Uni Eropa diproyeksikan akan memilih penundaan dalam waktu lama, kemungkinan hingga dua tahun.

Joe Murphy dari Evening Standard mengungkapkan, “Para menteri yang terlibat erat dengan persiapan Brexit meyakini bahwa Uni Eropa kemungkinan akan meminta perpanjangan hingga Desember 2020.”

Rumor tersebut sempat mendorong Poundsterling meroket pada hari Rabu. Namun, laju reli langsung menyusut, karena pelaku pasar tak memiliki cara untuk mengonfirmasi berapa lama penundaan Brexit dalam waktu dekat. Penundaan Brexit, apabila disetujui oleh Uni Eropa, akan sepenuhnya tergantung pada aturan ke-27 negara anggota lainnya. Probabilitas penundaan hingga dua tahun juga bisa mendorong kelompok Pro-Brexit di Parlemen untuk menerima saja draft Brexit apapun yang disodorkan oleh PM May dalam voting pada pertengahan Maret mendatang.

Baca Juga:   Saham SQMI JUMAT 08/06/2018 ( BERITA SAHAM )

“Pound diperdagangkan lebih mahal dan masih bisa naik lagi,” kata Neil Jones dari Mizuho Bank London, “Meskipun penundaan (Brexit) diperhitungkan dalam harga, pertanyaan mengenai berapa lama waktunya masih menjadi suatu variabel (yang tidak menentu). Saya merasa pasar (Sterling) bisa diperdagangkan lebih tinggi lagi atas dasar (perkiraan) penundaan bisa lebih lama dari default 3 bulan.”

Senada dengan Jones, Mark McCormick dari TD Securities Toronto mengungkapkan, “Jika itu menjadi penundaan 20-bulan atau 2-tahun, orang-orang mulai berpikir ini cara yang halus untuk membuyarkan status quo dan kita bisa berakhir dengan versi Brexit yang sangat ringan. Semakin lama ditunda, makin bullish bagi Sterling.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply