Poundsterling Dibebani Aksi Risk-Off dan PMI Konstruksi

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling terpantau diperdagangkan sekitar -0.31 persen versus Dolar AS di kisaran 1.2570 pada pertengahan sesi Eropa hari Kamis ini (3/1). Pounds sempat anjlok hingga mencapai level terendah harian pada 1.2456 akibat kemerosotan minat risiko pasar global, kemudian berupaya beranjak kembali pada awal sesi Eropa. Namun, upaya rebound dihalangi oleh publikasi data PMI Konstruksi Inggris yang mengecewakan.

Poundsterling Dibebani Aksi Risk-Off Dan PMI Konstruksi

UK Chartered Institute of Procurement & Supply (CIPS) melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor konstruksi Inggris merosot ke level 52.8 pada bulan Desember dari level 53.4 pada periode sebelumnya. Angka tersebut juga lebih buruk dibandingkan estimasi ekonom yang awalnya memperkirakan penurunan indeks hanya sampai 52.9.

Kabar tersebut memukul ulang Poundsterling versus Dolar AS, Euro, dan Yen Jepang. Saat ulasan ditulis, pasangan EUR/GBP tercatat naik nyaris 1 persen di kisaran 0.9043, sedangkan GBP/JPY longsor nyaris 2 persen di kisaran 135.30.

Pada sesi Asia, Poundsterling lebih dahulu rontok lantaran terimbas oleh kemerosotan minat risiko pasar yang dipicu oleh surat CEO Apple, Tim Cook. Dalam suratnya pada investor, ia memaparkan bahwa penjualan pada kuartal lalu kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan estimasi awal.

Baca Juga:   Outlook Mingguan Emas / Perak / Tembaga Berjangka : 29 Mei - 2 Juni 2017

Salah satu sebabnya, penjualan iPhone yang mengecewakan di China sebagai imbas dari konflik perdagangan versus Amerika Serikat. Kata Tim Cook, “Meski kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar negara berkembang terpenting, (namun) kami tak memperkirakan seberapa besar perlambatan ekonomi (yang sesungguhnya).”

Kabar tersebut membangkitkan kembali kekhawatiran pasar mengenai proyeksi perlambatan ekonomi global serta efek berkelanjutan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Konsekuensinya spontan mendorong pelarian pelaku pasar ke aset-aset Safe Haven, khususnya Yen Jepang. Di sisi lain, mata uang berisiko lebih tinggi seperti Poundsterling justru tertekan.

Yen dan aset Safe Haven lain mulai terkoreksi pada sesi Eropa, tetapi pemulihan Poundsterling dihambat oleh rilis data PMI ini yang mengingatkan pasar kembali pada buruknya proyeksi ekonomi Inggris di tengah ketidakpastian Brexit. Sebagaimana diketahui, kesepakatan final mengenai hubungan dagang Inggris-Uni Eropa serta peraturan perbatasan pasca Brexit belum disepakati hingga kini, padahal deadline telah ditentukan pada 29 Maret mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply