Poundsterling Ditekan Pesimisme Pasar Tentang Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling sempat meroket hingga lebih dari 1 persen kemarin, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan persetujuan mereka kepada proposal PM Inggris Boris Johnson tentang renegosiasi brexit. Akan tetapi, GBP/USD tumbang lagi hingga 0.3 persen ke kisaran 1.2200 dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (23/8). Sterling juga terpantau melemah versus Yen Jepang.

Poundsterling Ditekan Pesimisme Pasar Tentang Brexit

Simpulan awal yang diambil pasar dari komunikasi antara Inggris dengan Jerman dan Prancis kemarin adalah bahwa masih ada kemungkinan untuk tercapainya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa mengenai revisi solusi backstop untuk perbatasan Irlandia sebelum deadline brexit tanggal 31 Oktober. Akan tetapi, para analis menilai ketidakpastian brexit belum sirna. Khususnya karena belum ada yang memiliki gambaran persis mengenai bentuk kesepakatan brexit mendatang.

“Secara personal, saya tak memandang (ada) optimisme Sterling mengenai backstop, jelas sekali pasar hanya memangkas posisi short dan melepas hedging. Daya tarik jangka panjang solid menurut kami masih akan tetap pada sisi jual. Saya menyarankan pasar menilai ulang isi komentar Boris, Merkel, dan Macron mengenai backstop pekan ini,” kata Neil Jones dari Mizuho Bank, London.

Baca Juga:   USD/CHF Merosot Lagi Sementara GDP Swiss Melesat Tinggi

Kim Mundy dari perusahaan layanan finansial CBA, mengungkapkan pandangan senada. Menurutnya, “Setelah hampir tiga tahun perundingan, tak ada solusi alternatif nyata yang ditemukan bagi backstop untuk perbatasan Irlandia. Kami ragu sebuah solusi bisa terwujud dalam 30 hari, tepat waktu untuk disetujui oleh Parlemen di Uni Eropa dan Inggris sebelum akhir bulan Oktober. Hasilnya, kami memperkirakan GBP akan menurun seiring mendekatnya deadline 31 Oktober.”

Jane Foley dari Rabobank juga skeptis. Dalam sebuah catatan untuk klien, ia memaparkan bahwa Poundsterling tetap akan tertekan selama Inggris gagal mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, karena solusinya hanya penundaan sementara lagi atau No-Deal Brexit. Katanya, “Walaupun penundaan brexit kemungkinan akan memicu sejumlah kelegaan di pasar GBP, kami mengantisipasi EUR/GBP akan sulit untuk jatuh ke bawah level 0.90 dalam kurun waktu 3 bulan dalam skenario ini. Apabila (terjadi) No-Deal Brexit, kami menyaksikan peluang bagi EUR/GBP untuk meningkat hingga paritas.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply