Poundsterling Lanjutkan Pelemahan Pasca Pengumuman BoE

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling tetap bergerak pada teritori bearish, setelah bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) menegaskan kembali bahwa outlook ekonomi Inggris tetap tergantung pada perkembangan brexit. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, pasangan mata uang GBP/USD telah mencatat pelemahan harian sebesar 0.45 persen pada kisaran 1.3135, sementara EUR/GBP naik 0.13 persen ke level 0.8668.

Poundsterling Lanjutkan Pelemahan Pasca Pengumuman BoE

Dalam rapat kebijakan moneter hari ini, para pejabat tinggi BoE sepakat bulat untuk mempertahankan suku bunga tetap pada level 0.75 persen. Selain itu, mereka juga mengakui bahwa arah kebijakan berikutnya akan terus dibayangi ketidakpastian, selama Inggris belum menemukan jalur yang tepat untuk berpisah dengan Uni Eropa. Secara keseluruhan, pernyataan BoE selaras dengan perkiraan pasar sebelumnya, sehingga tak berdampak terlalu besar terhadap pergerakan Sterling.

Sebuah survei yang dipublikasikan oleh BoE pada hari Kamis menunjukkan bahwa kenaikan jumlah perusahaan Inggris merasa kalau mereka cukup siap menghadapi skenario “No-Deal Brexit” dari 50 persen menjadi 80 persen. Namun, dari sekitar 300 perusahaan yang menjadi responden, semuanya mengekspektasikan iklim bisnis bakal memburuk.

Baca Juga:   Analis: Beli AUD/USD Jika Ditutup Di Atas 0.70?

“Survei Maret juga menunjukkan bahwa responden -termasuk mereka yang merasa ‘siap’ (menghadapi brexit)- masih memperkirakan kalau output, ketenagakerjaan, dan investasi dalam 12 bulan mendatang akan lebih lemah dalam situasi brexit ‘tanpa kesepakatan apapun, tanpa transisi’,” demikian diungkapkan BoE. Padahal, ketidakpastian masih terus mewarnai perkembangan isu ini.

Kemarin, PM Theresa May telah mengajukan permohonan kepada European Commission agar mereka bersedia menunda proses brexit hingga tanggal 30 Juni mendatang. Permohonan tersebut akan dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi para pejabat Uni Eropa mulai hari ini hingga akhir pekan. Namun, banyak pihak merasa pesimis kalau Uni Eropa akan menyepakatinya dengan mudah.

Pada hari Rabu, presiden European Commission Donald Tusk mensinyalkan bahwa ia bersedia menyetujui permohonan tersebut, apabila Parlemen Inggris juga mau meratifikasi draft kesepakatan yang telah diajukan oleh PM May. Padahal, muatan draft tersebut bisa mengikat Inggris dalam kesatuan pabean tunggal Uni Eropa tanpa batas waktu tertentu dan mengandung pasal-pasal yang membuat murka kelompok anti-Uni Eropa dalam parlemen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply