Poundsterling Masih Tertekan Pasca Rilis Data PMI Konstruksi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD tercatat minus 0.15 persen di sekitar level 1.3062 pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (4/2), setelah rilis data PMI Konstruksi Inggris yang amat mengecewakan. Poundsterling juga terpantau melemah versus Euro dengan posisi EUR/GBP meningkat 0.10 persen ke kisaran 0.8764, walaupun GBP/JPY menguat 0.26 persen ke level 143.58.

Poundsterling Masih Tertekan Pasca Rilis Data PMI Konstruksi

Menurut lembaga survei CIPS, Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor konstruksi Inggris merosot dari 52.8 menjadi 50.6 pada bulan Januari. Angka aktual tersebut lebih buruk ketimbang ekspektasi awal yang dipatok pada 52.6, sekaligus merupakan pencapaian terburuk sejak bulan April 2018.

Buruknya iklim sektor konstruksi tak jauh berbeda dengan kondisi industri Inggris lainnya di tengah makin meningkatnya kecemasan soal nasib Inggris menjelang deadline Brexit tanggal 29 Maret 2019. Sejumlah perusahaan keuangan raksasa telah mengalihkan pusat operasionalnya ke Eropa daratan, sementara sejumlah pabrikan utama mengerem investasi tambahan hingga ada kepastian mengenai hubungan dagang Inggris-Uni Eropa pasca Brexit.

Dalam 24 jam terakhir, media juga dihebohkan dengan berita bahwa perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan, batal memproduksi generasi baru X-Trail di pabriknya yang berlokasi di Inggris dan mempekerjakan sekitar 7,000 orang. “Walaupun kami telah mengambil keputusan ini karena alasan bisnis, berlanjutnya ketidakpastian seputar masa depan hubungan Inggris dengan Uni Eropa tidak membantu perusahaan-perusahaan seperti kami untuk merencanakan (bisnis) masa depan,” demikian diungkapkan oleh pimpinan Nissan Europe,¬†Gianluca de Ficchy.

Baca Juga:   Dolar Naik Secara Luas Pada Data Pengangguran AS Yang Kuat

Perdebatan soal kesepakatan Brexit di Parlemen Inggris pada pekan lalu kembali memberikan mandat pada Perdana Menteri Theresa May untuk berunding dengan para petinggi Uni Eropa. PM May dijadwalkan kembali ke parlemen pada 13 Februari, harapannya dengan membawa amandemen yang membuat kesepakatan Brexit menjadi lebih baik. Namun, hingga saat itu tiba, ketidakpastian masih akan terus menyelimuti perekonomian Inggris maupun pergerakan poundsterling di pasar keuangan.

Dalam beberapa hari ke depan, pelaku pasar akan memantau rapat kebijakan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE). Pimpinan BoE telah berikrar takkan menaikkan suku bunga sebelum ada kejelasan soal Brexit, sehingga kali ini pun suku bunga diperkirakan tetap pada level 0.75 persen. Namun, investor dan trader akan menelaah pernyataan kebijakan serta outlook ekonomi yang disampaikan BoE untuk menilai seberapa besar risiko yang dihadapi Inggris saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply