Poundsterling Menanjak Jelang Voting Penting Di Parlemen

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menguat sekitar 0.25 persen ke kisaran 1.3088 terhadap Dolar AS, menjelang pembukaan sesi New York pada perdagangan hari Senin ini (25/2). Meski kalender hari ini minim rilis data ekonomi berdampak tinggi, tetapi pengumuman bank sentral Inggris mendorong penguatan Sterling menjelang digelarnya sebuah voting penting terkait Brexit dalam beberapa hari ke depan.

Pada awal sesi Eropa, otoritas Amerika Serikat dan Inggris mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan bahwa mereka telah mengambil sejumlah kebijakan untuk menjamin agar perdagangan pasar derivatif antara kedua negara tetap berjalan lancar setelah Brexit. Dalam kesempatan tersebut, gubernur bank sentral Inggris, Mark Carney, mengatakan, “Otoritas AS dan Inggris mengambil langkah-langkah guna memastikan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa, seperti apapun bentuknya (dengan ataupun tanpa kesepakatan tertentu), takkan menciptakan ketidakpastian regulasi terkait aktivitas pasar derivatif antara Inggris dan AS.”

Terlepas dari itu, Carney lagi-lagi mewanti-wanti soal besarnya risiko yang akan timbul jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa suatu kesepakatan tertentu. Secara tersirat, ia mengisyaratkan bahwa kebijakan yang diambil oleh otoritas AS dan Inggris tersebut tak menjamin kalau stabilitas pasar finansial takkan terguncang jika terjadi No-Deal Brexit.

Baca Juga:   Dolar Menyentuh Level Tertinggi 2 Minggu, Dukungan Data AS Yang Optimis

Perlu diketahui, deadline Brexit telah ditentukan pada tanggal 29 Maret mendatang. Namun, pihak-pihak terkait masih terlibat tarik-ulur mengenai sejumlah masalah penting, seperti perbatasan Irlandia.

Pekan lalu, PM Theresa May mengatakan telah mencapai kemajuan baru dalam perundingannya dengan Uni Eropa. Namun, kemajuan apa yang dimaksud belum dipaparkan secara gamblang, sehingga belum dapat dinilai maupun diproyeksikan dampaknya oleh pelaku pasar. Parlemen Inggris baru akan kembali mengadakan voting mengenai Brexit pada hari Rabu depan, setelah PM May memberikan info terkini mengenai hasil-hasil perundingannya. Akan tetapi, voting tersebut tidak diekspektasikan akan melahirkan ratifikasi atas kesepakatan Brexit final.

Sue Trinh dari RBC Capital Markets mengatakan, “Jadi, ini akan jadi catatan bersifat saran lagi, dengan perhatian fokus pada amandemen yang diajukan oleh para anggota parlemen. Khususnya, amandemen Cooper yang berusaha memaksa pemerintah menunda Brexit apabila tak ada kesepakatan apapun yang tercapai hingga tanggal 13 Maret.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply