Poundsterling Menguat Tipis Sambut Kembalinya Debat Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling naik 0.18 persen ke kisaran 1.2752 terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Eropa hari Senin ini (7/1), menjelang aktifnya kembali parlemen Inggris pasca masa reses dua pekan. Namun, Pounds melemah versus Euro dengan posisi EUR/GBP -0.23 persen di kisaran 0.8973; dan GBP/JPY cenderung bergerak sideways di sekitar 138.00.

Poundsterling Menguat Tipis Jelang Kembalinya Debat Brexit

Pekan lalu, Poundsterling sempat menanjak 0.7 persen versus Euro di tengah sepinya simpang siur berita terkait Brexit, sehubungan dengan liburnya parlemen Inggris. Namun, Pounds memasuki pekan kritis mulai hari Senin ini, karena masa reses parlemen berakhir dan perdebatan menjelang voting kesepakatan Brexit yang dijadwalkan digelar pada tanggal 14 Januari mendatang.

Sebagaimana diketahui, kesepakatan yang telah dicapai antara Perdana Menteri Theresa May dan Uni Eropa terancam ditolak oleh parlemen Inggris pada bulan Desember, karena diproyeksikan tak memiliki cukup suara untuk memenangkan voting. Menanggapi hal itu, PM May memutuskan untuk membatalkan rencana voting dan kembali bernegosiasi dengan Uni Eropa guna mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dan didukung oleh Parlemen.

Baca Juga:   Dolar Menyentuh Tertinggi 7 Bulan VS Yen, Euro Di Posisi Terendah 1 Tahun

Setelah pembatalan voting pertama, parlemen menjadwalkan voting kembali tanggal 14 Januari. Namun, hingga kini masih belum diketahui perubahan apa dalam kesepakatan itu yang akan dicapai antara PM May dan Uni Eropa. Padahal, jika tak ada perubahan sama sekali, maka kesepakatan itu nyaris pasti takkan lolos voting di parlemen Inggris karena ditolak oleh kelompok pro maupun anti Brexit.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan ada dua skenario utama yang kemungkinan terjadi. Pertama, kesepakatan PM May disetujui oleh Parlemen. Kedua, Inggris terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan tertentu (No-Deal Brexit. Selain itu, ada pula spekulasi mengenai kemungkinan digelarnya referendum Brexit kedua yang mungkin terjadi jika Theresa May digusur dari posisi perdana menteri.

Untuk sementara, pergerakan pasangan mata uang mayor, termasuk GBP/USD ditopang oleh isu anjloknya ekspektasi kenaikan suku bunga AS tahun ini. Akhir pekan lalu, pimpinan bank sentral AS mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga tidak berada dalam sebuah jalur yang telah ditentukan dan akan sensitif pada risiko-risiko yang terjadi di pasar. Akibatnya, Dolar AS yang sempat meroket karena ditunjang kenaikan suku bunga sepanjang 2018, merosot pada akhir pekan lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply