Poundsterling Tumbang Akibat Inggris Ingin Pakai Pintu Belakang

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menjadi mata uang mayor dengan performa terburuk pada awal pekan ini (3/September), setelah negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, mengungkapkan penolakan keras atas proposal rencana hubungan dagang pasca-Brexit yang diajukan oleh pemerintah Inggris. Pada pertengahan perdagangan sesi Eropa saja, pasangan mata uang GBP/USD telah merosot 0.63 persen ke 1.2879, dan EUR/GBP melonjak 0.72 persen ke 0.9018.

Pounds Tumbang Akibat Inggris Ingin Pakai Pintu Belakang

Pada akhir pekan, Michel Barnier mengatakan bahwa proposal yang diajukan PM Theresa May akan mengakhiri struktur Uni Eropa saat ini. Ia menilai bahwa upaya Inggris untuk menerapkan standar perdagangan Uni Eropa-Inggris yang sama dengan antar negara Uni Eropa, adalah sama dengan Inggris ingin tetap tinggal dalam kesatuan Uni Eropa melalui pintu belakang. Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, ia optimis dapat mencapai kesepakatan mengenai hubungan dagang yang erat dengan Inggris.

Lemahnya data ekonomi mengenai sektor manufaktur juga turut menjerumuskan Sterling karena meleset dari ekspektasi. Indeks PMI Manufaktur bulan Agustus hanya mencapai 52.8. Angka tersebut masih di atas ambang 50 yang berarti sektor manufaktur masih berekspansi. Namun, angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi yang dipatok pada 53.9, sehingga membuat pelaku pasar khawatir kalau-kalau terjadi perlambatan dengan laju lebih cepat dibanding proyeksi sebelumnya.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 04/07/2019 - OJK BATASI KEGIATAN USAHA JAVA INSURANCE BROKERS

Penyusun data tersebut, IHS Markit, mengungkapkan, “Pada bulan Agustus, tanda-tanda perlambatan lebih lanjut nampak pada sektor manufaktur Inggris. Laju ekspansi output dan pesanan baru melemah, menyusul terjadinya kontraksi pertama pada bisnis ekspor dalam dua tahun terakhir. Buruknya perdorma sektor juga direfleksikan pada pasar tenaga kerja, dengan laju penciptaan pekerjaan di sektor manufaktur lesu ke level nyaris stagnan.”

Menurut analis, faktor-faktor tersebut menggagalkan upaya rebound Poundsterling pekan lalu. “Rilisan awal PMI Inggris untuk bulan Agustus tiba setelah dengan latar belakang politik GBP yang lebih bearish, menyusul komentar akhir pekan mengenai Brexit dari Barnier dan May, akan menekan GBP lebih rendah,” catat Neil Jones, seorang dealer forex di Mizuho Bank Ltd, London. Dengan demikian, ketidakpastian terkait Brexit dipastikan masih akan membelit GBP dalam beberapa waktu mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply