Poundsterling Tumbang Pasca Pidato Vlieghe BoE

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling mencatat penurunan intraday sebesar 0.3 persen ke kisaran 1.2810 terhadap Dolar AS menjelang akhir sesi Eropa hari Kamis ini (14/2), setelah disampaikannya pidato oleh Gertjan Vlieghe. Salah satu pejabat penting bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) itu memaparkan besarnya efek ekonomi dari rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit), serta betapa kebijakan suku bunga akan tergantung oleh rencana tersebut.

Poundsterling Tumbang Pasca Pidato Vlieghe BoE

Sejak tahun lalu, berbagai hasil riset terkait dampak Brexit telah dilaksanakan. Salah satunya, hasil analisis dari para ekonom di UBS mengungkapkan bahwa prospek pertumbuhan GDP Inggris sudah hilang 2.1 persen sejak dimulainya proses Brexit. Riset yang dirilis pada akhir tahun 2018 itu dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan aktual dengan pertumbuhan Inggris seandainya mereka tak memulai proses Brexit.

Menurut Gertjen Vlieghe, pertumbuhan yang hilang itu bisa jadi sama dengan hilangnya 800 juta poundsterling setiap pekan. Dan itu, hanya merupakan salah satu saja diantara beraneka imbas Brexit.

Ia mengakui bahwa perilaku konsumen Inggris tak banyak berubah di tengah ketidakpastian Brexit. Vlieghe juga menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan di Inggris mulanya tak terlampaui menghiraukan efek Brexit. Namun, pekatnya ketidakpastian menjelang tenggat waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret mendatang, telah membuat banyak perusahaan merubah kebijakan mereka.

Baca Juga:   Dolar Menguat VS Saingan, Pada Mata Bank Sentral

Di sisi lain, bank sentral Inggris juga tak dapat menaikkan suku bunga di tengah ketidakpastian yang telah mengakibatkan perlambatan ekonomi ini. Menurut Vlieghe, BoE perlu memastikan bahwa data-data ekonomi sudah terstabilkan, sebelum dapat melakukan perubahan kebijakan moneter. Dalam hal ini, BoE membutuhkan pula kejelasan mengenai rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Katanya, “Apabila suatu kesepakatan dicapai, kepercayaan (pebisnis, investor, dan masyarakat) meroket dan investasi bisnis meningkat, maka kemungkinan tak perlu waktu lama bagi suku bunga untuk dinaikkan. Namun, bila diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kejelasan tentang Brexit, dan perusahaan-perusahaan memerlukan waktu lebih lama (pula) untuk menanggapinya, maka suku bunga pinjaman (yang saat ini berada pada 0.75 persen) bisa tetap rendah dalam waktu lebih lama.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply