Poundsterling Tumbang Pasca Rilis Data Retail Sales Desember 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot sekitar 0.35 persen terhadap Dolar AS ke kisaran 1.2938, setelah data penjualan eceran (Retail Sales) Inggris untuk bulan Desember dikabarkan tumbang lebih jauh ketimbang perkiraan awal. Pounds juga kalah telak versus Euro dan Yen, dengan EUR/GBP melesat 0.54 persen ke level 0.8814 dan GBP/JPY anjlok 0.25 persen ke level 141.50. Namun demikian, pelemahan Poundsterling cenderung terbatas karena pelaku pasar masih memantau perkembangan proses Brexit.

Poundsterling Tumbang Pasca Rilis Data Retail Sales

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa penjualan eceran pada bulan Desember tercatat -0.9 persen (Month-over-Month), sementara data periode sebelumnya direvisi turun ke +1.3 persen saja. Angka tersebut mengindikasikan pelemahan yang lebih buruk dari ekspektasi yang dipatok pada -0.8 persen. Perubahan ini juga mengakibatkan laju penjualan eceran tahunan menurun dari 3.4 persen menjadi 3.0 persen.

“(Data penjualan eceran) ini terutama dikarenakan penurunan setelah (penjualan eceran) meroket pada Black Friday, tetapi juga bisa menjadi bukti bahwa ketidakpastian Brexit mulai membebani belanja konsumen,” ujar Thomas Pugh, seorang ekonom di Capital Economics.

Baca Juga:   Harga Emas Naik Di Tengah Ketidakpastian Brexit

Menurut ONS, penurunan penjualan terjadi lintas kelompok barang dalam volume maupun nilai nominal pada bulan Desember dan selama kuartal keempat secara keseluruhan. Namun, dalam basis tahunan, pertumbuhan volume lebih rendah dibandingkan peningkatan nilai belanja. Total pengeluaran masyarakat naik 3.7 persen dalam tahun 2018, sedangkan volume hanya meningkat 3 persen saja.

“Jelas sekali bahwa para pengecer mengalami permulaan yang sulit tahun ini. Dalam basis Quarter-on-Quarter, volume penjualan jatuh sebesar 0.2 persen pada kuartal keempat. Penurunan ini bukan pertama kalinya -(karena) volume jatuh sebesar 0.3 persen pada kuartal pertama- dan mengikuti dua kuartal pertumbuhan kuat. Namun, tetap saja ini menandakan bahwa konsumen telah mengetatkan dompet mereka di tengah peningkatan kekhawatiran terkait Brexit,” kata Samuel Tombs, pimpinan ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics.

Sementara itu, kabar terbaru mengenai rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih tetap simpang siur. Hari ini, sempat beredar rumor kalau partai DUP akan mendukung pasal tentang pabean tunggal (Custom Union) dengan Uni Eropa, jika hal tersebut diaplikasikan setara atas Irlandia Utara dan Great Britain. Namun, tak lama kemudian perwakilan partai lokal Irlandia yang mendukung persatuan dengan Inggris tersebut menepis rumor tersebut dengan menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung pemisahan Inggris dari Uni Eropa.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply