Prediksi Harga Emas di Tahun 2016

prediksi harga emas tahun 2016
Bonus Welcome Deposit FBS

prediksi emas 2016

Di tahun depan pakar komoditas memproyeksikan prediksi harga emas 2016 akan menurun karena nilai tukar sejumlah negara yang melemah. Hal ini kemungkinan akan mendorong beberapa bank sentral yang biasanya menyimpan emas sebagai cadangan devisa justru akan menjual emas-emas koleksinya. Dalam 6 bulan ke depan, analis bursa berjangka, Renji Betari memprediksi bahwa harga emas akan turun mencapai $850 untuk tiap ounce-nya. Mulai dari awal tahun hingga kemarin berdasarkan data LOCO harga emas dunia menurun hingga10% walaupun harga emas produksi PT Antam atau Aneka Tambang Tbk mencatat peningkatan hingga 1.3% yang disebabkan oleh depresiasi rupiah terhadap Dollar Amerika.

Sejak resesi ekonomi global yang baru-baru ini terjadi, negara-negara maju di Eropa dan Amerika harus menghadapi ancaman deflasi. Hingga sekarang ini negara-negara tersebut masih mencatatkan inflasi tahunan di bawah 1%. Negara Jepang bahkan membukukan inflasi tahunannya hampir mendekati 0% yang mendorong pihak pemerintah untuk terus mengeluarkan stimulus. Akibat krisis ekonomi ini inflasi di negara-negara berkembang di Asia juga turut mengalami penurunan. Emas di lain pihak berfungsi untuk menjaga nilai mata uang suatu negara dan menahan agar inflasi tak mengalami peningkatan. Upaya ini disebut juga sebagai hedge against inflation. Jadi fungsi emas sebagai pelindung saat terjadi inflasi tak lagi diperlukan.

Sementara itu prediksi harga emas tahun 2016 yang cenderung menurun ini juga dipicu oleh pulihnya perekonomian Amerika sehingga Dollar menjadi menguat dan hal ini berdampak pada mata uang negara lain yang menjadi menurun. Dampaknya bagi negara-negara dengan likuiditas ketat tentu harus mencari alternatif lain untuk membayar hutan negara termasuk mengamankan kas negara. Hal ini dilakukan dengan menjual cadangan devisa yang berupa emas. Hal ini dapat diketahui dari negara Venezuela yang telah melepaskan sebagian cadangan emasnya di tahun lalu. Saat ini negara tersebut termasuk dalam 20 besar pemegang cadangan emas dengan jumlah simpanan emas mencapai 361 ton.

Baca Juga:   Analisa Teknikal SILVER 29 Juli 2019 (Tekanan Trader)

Akibat kelesuan pertumbuhan ekonomi inilah upaya untuk melakukan hal yang sama, yaitu menjual emas bagi negara-negara yang memiliki cadangan devisa besar dapat juga terjadi. Rusia misalnya, yang termasuk pada 10 besar negara dengan cadangan emas paling banyak di dunia dengan simpanan sebanyak 1.371 ton pun sedang dihadapkan pada masalah pertumbuhan ekonomi yang negatif. Pada kuartal III-2015, perekonomian negara tersebut mencatatkan pertumbuhan PDB hingga minus 4.1%.

Berbagai latar belakang inilah yang menyebabkan pakar komoditas tersebut membuat prediksi tentang prospek investasi emas tahun 2016 berpeluang menurun. Harga emas berpeluang mengalami penurunan hinggamencapai 26.7% dari harga yang berlaku saat ini yaitu $1000 per ounce. Oleh karena itu bagi Anda yang menjadikan emas sebagai investasi jangka pendek sebaiknya segera melakukan penjualan, tetapi Anda bisa tetap menyimpan emas milik Anda bila memang dimaksudkan sebagai investasi jangka panjang atau disimpan dalam waktu lama.

Setelah penjualan emas simpanan Anda sebaiknya alihkan dana Anda pada reksa dana pasar uang agar dana yang menganggur dan akhirnya semakin berkurang nilainya karena inflasi. Inilah yang direkomendasikan oleh pakar keuangan tersebut. Reksa dana pasar uang masih mencatatkan keuntungan hingga mencapai 4.2% yang dapat dikatakan lebih besar bila dibandingkan dengan kenaikan harga emas Antam yang hanya mencapai 1.3%. Tak sebagaimana reksa dana lainnya, reksa dana pasar uang mempunyai tingkat resiko yang jauh lebih minimal. Indeks reksa dana relatif lurus dan terus lebih tinggi.

Baca Juga:   Analisa Teknikal SILVER 22 Maret 2018 (Tekanan Trader)

Resiko yang lebih minim ini juga dipicu karena mayoritas isi dari reksa dana pasar uang adalah surat berharga jangka pendek atau pun deposito. Keuntungan yang dapat diperoleh investor terutama didapatkan dari manfaat pajak yang dihasilkan dari reksa dana bila dibandingkan dengan langsung “memarkirkan” dana Anda pada deposito. Hasil investasi pada reksa dana sebagaimana yang telah diketahui sama sekali tak dibebankan pajak dan berbedadengan bunga hasil deposito yang dikenakan pajak 20%. Keuntungn lain yang bisa diperoleh investor juga reksa dana pasar uang lebih fleksibel bila dibandingkan deposito, seperti misalnya tidak adanya ketetapkan untuk menyimpan dana pada reksa dana dalam jangka waktu tertentu sebagaimana pada deposito. Dengan demikian investor dapat menjual reksa dana pasar uang miliknya.

Walaupun prediksi harga emas 2016 dikatakan menurun tetapi hal yang berbeda terjadi di tanah air. Harga emas internasional ternyata mencapai penurunan 2.35% setelah dikonversi ke dalam mata uang rupiah. Sejak awal tahun harga emas pada pasar internasional memang mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesear 3.12% sehingga menjadi $1099 per troy ounce. Sementara perdagangan logam mulia ini di Indonesia menggunakan standar harga emas secara internasional yang telah disetarakan dengan mata uang rupiah. Dengan demikian harga emas di dalam negeri pun bergantung dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Jika disetarakan ke dalam mata uang rupiah ternyata penurunan harga emas internasional tidak berimbas terlalu dalam bagi penurunan nilai emas di dalam negeri. Bila dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai emas hanya turun sebesar 2.35% per juli lalu nilai emas internasional disebut sama dengan Rp 475.683,- untuk tiap gramnya. Perbedaan tersebut tentu saja terjadi karena merupakan imbas dari pergerakan kurs. Mata uang USD menguat terhadap beberapa nilai tukar mata uang negara-negara pada kawasan regional sejak di awal tahun. Mata uang dollar yang menguat ini terjadi karena adanya harapan bahwa The Fed atau Bank Sentral Amerika akan meningkatkan suku bunga acuannya di tahun ini.

Baca Juga:   Analisa Teknikal SILVER 10 Oktober 2017 (Tekanan Trader)

Pemicu perekonomian saat ini di Amerika Serikat telah mengindikasikan gejala-gejala pemulihan. Sebaliknya, kondisi perekonomian yang semakin buruk di sejumlah negara seperti penurunan perekonomian di Cina dan krisis besar-besaran di Yunani berpengaruh terhadap mata uang dollar Amerika yang justru semakin menguat. Hal ini akan berdampak pada nilai tukar regional termasuk rupiah. Sejak bulan mei yang lalu mata uang rupiah terhadap dollar telah mencapai level Rp 13.400,-. Nilai tukar rupiah yang bergerak mencapai nilai 13 ribuan tersebut menahan nilai emas dalam negeri sehingga pelemahan harga emas internasional tak membuat harga emas di dalam negeri menurun drastis walaupun prospek investasi emas tahun 2016 tak terlalu cerah.

Di bulan juli tahun ini nilai emas dunia sempat mengalami kenaikan hingga pada level $1.104.42 per troy ounce atau sekitar Rp 478.291 untuk tiap gram-nya. Di pihak lain nilai tukar mata uang rupiah masih terkonsolidasi pada level Rp 13.426,- per USD. Pengaruh dari peristiwa ini adalah tak terlalu berdampaknya harga emas di tanah air dengan peristiwa kenaikan harga emas internasional. Prediksi emas 2016 dapat menjadi peluang bagi Anda untuk membeli emas dan menyimpannya dalam jangka waktu lama sebagai investasi masa depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply