Presiden Indonesia Meragukan AS – Cina Dapat Menambal Perselisihan Di G20

Bonus Welcome Deposit FBS

JAKARTA (Reuters) – Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan pesimisme pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat dan China akan menyelesaikan sengketa perdagangan mereka ketika para pemimpin dua negara terbesar di dunia bertemu di KTT G20 di Argentina pada akhir pekan ini.

“Saya mengharapkan keajaiban selama pertemuan G20, bahwa mereka akan datang bersama, tetapi perasaan saya adalah mereka tidak akan melakukannya,” katanya.

Washington dan Beijing, diwakili oleh Wakil Presiden Mike Pence dan Presiden Xi Jinping, masing-masing, bermusuhan selama pertemuan pada pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Port Moresby pekan lalu, kata Widodo.

Indonesia telah berusaha untuk memediasi antara keduanya selama pertemuan APEC, tetapi pada sore hari jelas bahwa kedua raksasa itu tidak dapat setuju, kata presiden.

“Ini adalah pertama kalinya dalam 29 tahun APEC bahwa pertemuan APEC tidak menghasilkan komunike,” kata Widodo di sebuah forum di Jakarta yang dihadiri oleh kepala eksekutif perusahaan Indonesia.

“APEC menunjukkan bahwa perang dagang antara AS dan China kemungkinan akan berlanjut,” katanya.

Baca Juga:   USD / CAD Bergerak Lebih Rendah Setelah, Laporan Kanada

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin ia berharap untuk melanjutkan dengan menaikkan tarif pada $ 200 miliar dalam impor Cina menjadi 25 persen dari 10 persen saat ini dan mengulangi ancamannya untuk menampar tarif pada semua sisa impor dari China.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal menjelang pertemuannya dengan presiden China, Trump mengatakan “sangat tidak mungkin” dia akan menerima permintaan China untuk menunda kenaikan, karena berlaku pada 1 Januari.

Trump, yang akan bertemu Xi di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, mengatakan bahwa jika negosiasi tidak berhasil, ia juga akan mengenakan tarif pada sisa impor Cina.

Di forum Jakarta, Widodo mendesak para CEO Indonesia untuk menghadapi tantangan global seperti itu dengan mencari peluang ekspor.

Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, kemungkinan tidak akan menjadi salah satu ekonomi yang paling terpukul oleh perang perdagangan karena perannya yang relatif kecil dalam rantai pasokan global, menurut para analis. Tapi pasar keuangannya telah menderita karena para investor mengurangi selera risiko mereka tahun ini, sebagian karena perang perdagangan pembuatan bir.

Baca Juga:   EUR / USD Tergelincir Karena Harapan Samar Untuk Akhir Kebuntuan Anggaran Muncul

Awal tahun ini, rupiah mencapai level terlemahnya sejak tahun 1998, tetapi baru-baru ini menguat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply