Apa itu Price Action dan Strategi Trading Menggunakan Price Action

Bonus Welcome Deposit FBS

Topik price action trading merupakan sebuah topik yang sangat jarang tersentuh oleh para pemula trading beberapa tahun silam. Topik ini menjadi sangat menarik ketika mulai banyak mentor atau pengajar yang memperlihatkan price action trading sangatlah minim dengan indikator dan mudah untuk diterapkan.

Landasan mengapa menggunakan price action trading

Prinsip dasar dari price action trading adalah menganggap harga adalah segalanya. Ketika harga bergerak maka itu disebabkan oleh tindakan para pelaku ekonomi di belakangnya. Untuk memperkirakan pergerakan harga berikutnya maka seharusnya kita melihat gerak-gerik dari harga tersebut. Karena prinsip ini, maka segala macam indikator haruslah disingkirkan agar tidak mempengaruhi trader dalam pengambilan keputusan.

Indikator-indikator yang dimaksud pada paragraf di atas contohnya adalah RSI, Stochastic, MACD. Alasan mengapa indikator ini seluruhnya harus disingkirkan adalah karena sebenarnya dengan melihat rumus perhitungan di belakang indikator ini, dapat ditemukan semuanya adalah turunan dari harga. Mengapa harus menganalisa turunan dari harga, ketika tokoh utamanya adalah harga? Itu adalah pertanyaan yang paling mendasar dari price action trading. Ketika harga sudah bergerak, indikator ini masih menghitung sehingga keterlambatan pasti tidak dapat dihindari.

Tentunya penulis tidak bermaksud untuk serta merta mengatakan bahwa indikator trading adalah alat yang tidak berguna. Ada sebuah prinsip lain di dalam dunia trading dan kehidupan, jika hal itu dapat berfungsi baik dan memberikan anda keuntungan, maka terus digunakan saja sambil meningkatkan lagi. Ada trader yang bisa profit dengan price action, ada juga trader yang dapat profit dengan bertrading menggunakan moving average, stochastic, RSI dan seterusnya.

Jadi yang seperti apakah dapat dikatakan price action?

Menganalisa price action sangat erat kaitannya dengan memahami demand/supply, support/resistance, candlestick. Masing-masing saling melengkapi dan berperan penting untuk menentukan di mana harga akan bergerak ke arah sesuai dengan analisa. Namun perlu diingat, sesuai dengan namanya analisa, ada kemungkinan harga tidak bergerak sesuai dengan yang diinginkan.

Mari kita membahas satu per satu komponen strategi price action

  • Candlestick

Komponen ini adalah harga dan di dalam sebuah analisa trader akan menggunakan pola-pola candlestick untuk memperkirakan ke mana harga akan bergerak. Contoh pola-pola yang banyak digunakan adalah bullish/bearish engulfing, bullish/bearish harami, doji/pin bar, bullish morning star, bearish evening start, three white soldiers, three black crows, dan seterusnya.

Contoh chart bullish / bearish engulfing

Contoh chart bullish / bearish engulfing

Pola bullish mengindikasikan kemungkinan harga akan bergerak naik, sedangkan pola bearish mengindikasikan kemungkinan harga akan turun. Jika trader tertarik untuk menggali lebih jauh mengenai candlestick, trader dapat mencari buku Japanese charting techniques yang ditulis oleh Steve Nison.

  • Support dan Resistance

Support adalah mendukung sedangkan resistance adalah menghambat. Dengan arti demikian maka ketika harga berada pada sebuah tempat yang dinamakan support maka harga akan terdukung. Sedangkan ketika harga berada pada tempat yang dinamakan resistance maka pergerakannya akan terhambat. Untuk lebih mudahnya, perhatikan chart berikut.

Resistance pada forex trading

Support pada trading forex

Dengan melihat chart di atas, maka trader akan masuk transaksi shot ketika harga mendekati level resistance. Sedangkan ketika harga mendekati level support, maka trader akan masuk transaksi long.

Baca Juga:   Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dalam Trading Forex
  • Demand dan supply

Sebenarnya demand dan supply sama saja seperti support dan resistance. Namun karena kebanyakan trader menggunakan support dan resistance sebagai satu titik saja umumnya. Maka demand dan supply lebih digambarkan sebagai sebuah area di mana terdapat banyak demand (Permintaan) dan supply (Penawaran).

Demand dan supply sendiri mengikuti hukum ekonomi, yaitu semakin banyak permintaan maka harga akan naik, semakin banyak penawaran maka harga akan turun. Menggunakan chart yang sama, berikut adalah contoh demand dan supply pada forex.

demand pada forex trading

supply pada trading forex

Sama seperti support dan resistance, trader akan mengambil posisi ketika harga bergerak mendekati area supply atau demand. Kunci untuk mendapatkan demand dan supply area yang kuat adalah mencari tempat di mana supply berubah menjadi demand atau sebaliknya. Contoh dapat dilihat pada chart berikut:

demand dan supply area

  • Komponen lain dalam trading price action

Selain dari tiga komponen di atas, masih ada pola-pola chart seperti ascending triangle, shoulder-head-shoulder, flag & penant, wedges. Namun pola-pola ini sangatlah subjektif sehingga trader disarankan untuk bertrading menggunakan tiga komponen awal yang dibagikan di artikel ini.

Menggabungkannya seluruh komponen di dalam trading

Hal pertama yang menjadi rutinitas seorang yang melakukan strategi trading price action adalah menentukan terlebih dahulu support-resistance dan demand supply yang terdapat pada chart. Untuk menentukannya, maka chart pertama yang dibuka adalah yang memiliki time-frame paling tinggi misalkan chart monthly. Setelah menggambar dari chart monthly maka dilanjutkan dengan chart weekly dan seterusnya.

Berikut adalah contoh penarikan seluruh komponen pada GBP/USD

Menggabungkan support-resistance dan demand supply di dalam trading

Menggabungkan support-resistance dan demand supply di dalam trading 2

Pada weekly chart, garis support dan resistance yang ditambahkan menggunakan warna merah.

strategi trading menggunakan price action

Chart terakhir adalah chart daily, di sini support dan resistance ditarik dengan menggunakan warna biru. Berdasarkan seluruh informasi, maka traders akan memulai analisa dari chart monthly. Dan ditemukan bahwa harga saat ini sedang bergerak turun setelah memantul dari area supply. Sebaiknya trader lebih condong untuk masuk posisi short dibanding posisi long.

Untuk posisi long, harga sekitar 1.2800 merupakan titik yang diperhatikan. Bagi trader yang ingin memasang short position dapat mengacu pada kisaran harga 1.3275 – 1.3317 pada chart daily. Ketika harga mendekati level tersebut dan terbentuk pola-pola candlestick maka akan meningkatkan akurasi dari transaksi yang dilakukan.

Baca Juga:   Cara Membuat Garis Tren (Trendline) Trading Forex Yang Benar

Tips untuk meningkatkan akurasi dari transaksi price action

  1. Ketika menggunakan candlestick, maka sebaiknya menunggu harga penutupan terlebih dahulu. Minimal pada chart daily telah terjadi penutupan trading harian dan pola terbentuk. Membuka posisi sebelum candlestick tutup, ada kemungkinan terjadi pergerakan drastis menjelang penutupan dan pola yang diharapkan tidak terbentuk.
  2. Semakin tinggi time-frame di mana transaksi diambil, maka tingkat akurasinya lebih tinggi. Pergerakan pasar pada tiap-tiap time frame Ibarat mengendarai kapal dayung di chart daily, pada chart weekly seperti mengendarai speed boat dan pada chart monthly seperti mengendari kapal titanic. Untuk mengubah arah dari kapal titanic yang sedang berlayar akan lebih susah dibandingkan mengubah arah kapal dayung.
  3. Menggunakan tempat terjadinya pertukaran antara demand dan supply lebih banyak. Di sinilah tingkat akurasi tertinggi dari melakukan transaksi dengan price action yang paling tinggi.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan dengan price action trading

Menambahkan indikator merupakan hal yang tidak tepat, namun jika trader masih ingin menambahkannya maka tidak ada larangan.

Menggunakan chart dengan time-frame sangat rendah, misalkan chart 5 menit, 15 menit. Penentuan level demand dan supply memerlukan waktu sehingga dapat dipilih level-level yang terbaik. Dengan waktu yang sangat sedikit pada time-frame 5 menit atau 15 menit maka level supply dan demand yang ditentukan sangat terburu-buru dan dapat menyebabkan kesalahan. Selain itu semakin rendah time-frame yang digunakan maka semakin rendah tingkat kekuatan level demand dan supply yang menjadikannya kurang handal.

Penutup

Menggambar garis-garis support-resistance dan supply-demand kadang kala penuh dengan subjektivitas yang tinggi. Namun hal ini dapat dihindari dengan selalu memilih level di mana orang paling awam pun dapat melihatnya. Jika trader dalam prakteknya menyebabkan chartnya penuh dengan garis-garis sehingga sulit melihat harga, maka sudah saatnya untuk menghapus seluruh garis itu dan menggambar ulang garis yang paling mudah ditemukan.

apa itu price action dan bagaimana cara trading menggunakan price action

Berikut adalah contoh penggambaran ulang chart dengan mempertimbangkan level-level yang dekat dengan harga saat ini. Dipastikan akan ada perbedaan titik peletakkan, tapi tidak akan jauh dengan titik awal yang ditarik.

Semoga artikel ini dapat membantu anda di dalam melakukan trading menggunakan price action.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 4,20 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply