Prospek Investasi di Tahun 2015

Bonus Welcome Deposit FBS

Prospek Investasi tahun 2015Sudahkan Anda merencanakan hendak berinvestasi apa di tahun 2015 ini ? Ya, waktu memang berlalu begitu cepat dan tanpa terasa kita telah berada di awal tahun 2015. Lalu apakah Prospek Investasi 2015 yang dapat kita coba? Walaupun ada beberapa portofolio investasi yang tidak terlalu cerah di tahun lalu, tetapi sejumlah realisasi investasi pada bidang keuangan yaitu pasar modal dapat dikatakan cukup cemerlang. Pada IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan tercatat realisasi kinerjanya mencapai kenaikan hingga 22%. Artinya, secara year to date menjadi 5.226 per penutupan saham pada 30 desember tahun lalu.

Baca Juga : Investasi Terbaik dan Terpercaya

Terjadinya peningkatan IHSG tersebut terjadi karena adanya kucuran dana dari investor asing sepanjang tahun 2014 yang mencapai 42 triliun rupiah. Hal itu terjadi terutama pada masa pelaksanaan pemilihan umum dan pemerintah baru. Aksi beli investor asing ini terutama karena euforia optimisme ini. Sementara pada pihak lain ekonomi di tanah air cenderung melambat di tahun 2014. Gejala ini diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan menjadi 7.75% oleh Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di tanah air sempat mencapai level 5%. Dari berbagai keadaan tersebut, lalu bagaimana prospek investasi pada emas dan sektor keuangan di tahun 2015 ini?

Para pakar menilai bahwa peluang pasar modal masih cukup cerah di tahun 2015. Meskipun begitu hal ini juga bergantung pada faktor global dan fundamental dari ekonomi Indonesia sendiri. David Sutyanto, analis dari PT First Asia Capital mengatakan bahwa di tahun 2015 pertumbuhan ekonomi negara kita diprediksi bisa menyentuh level 5,4%. Penyebabnya adalah diberlakukannya kebijakan Bank Indonesia atau BI untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat.

Baca Juga:   7 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal 2019

Tidak terlalu jauh berbeda, riset yang dilakukan oleh PT Bahana Securities mengatakan bahwa kenaikan ekonomi di tanah air pada tahun 2015 bisa menyentuh level 5,3%. Bahkan untuk pertumbuhan ekonomi kuartal di tahun 2015 bisa mencapai kurang dari 5%. Salah satu faktor yang memicu hal ini adalah menurunnya daya beli masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) karena penghapusan subsidi bagi masyarakat yang selama 1 dekade terakhir telah terbiasa membeli BBM bersubsidi. Para pakar pada perusahaan yang bersangkutan mengatakan bahwa pada semester dua di tahun 2015, pemulihan ekonomi Indonesia berpeluang bisa terjadi. Hal ini jika pemerintah sanggup merangsang pihak swasta untuk merealisasikan Prospek Investasi 2015.

Budi Hikmat, direktur PT Bahana TCW Investment Management mengatakan bahwa kenaikan harga BBM pada bulan November 2014 kemarin karena nilai subsidi yang dikurangi dapat dialihkan pada pembangunan infrastruktur. Tetapi hal ini perlu pengawasan cermat agar pengalihan dana subsidi untuk pembangunan infrastruktur benar-benar dapat direalisasikan. Budi menilai pemerintah yang memberlakukan subsidi tetap bahan bakar minyak adalah hal yang baik agar pengalihan dana subsidi dapat digunakan untuk bidang-bidang lain yang lebih produktif. Oleh karena itu sangat penting untuk memperbaiki terlebih dahulu sistem subsidi ini.

Hal lain yang turut mempengaruhi perubahan ekonomi di tanah air adalah adanya kucuran dana dari investor asing yang cukup besar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2014, yaitu mencapai 42 triliun rupiah, tidak menjamin hal yang sama akan terjadi di tahun 2015. Artinya, di tahun ini investor asing tidak akan banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Penyebabnya adalah pemberlakukan kebijakan The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya sehingga para investor lebih berminat untuk berinvestasi di Amerika sendiri.

Faktor yang ketiga menurut pendapat pakar ini adalah adanya rencana revisi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2015 dengan DPR juga akan menjadi perhatian. David memprediksi bahwa dengan memperhatikan kondisi ekonomi dalam negeri dan global, IHSG akan berada pada level 5.480 pada tahun 2015. Jadi, IHSG kira-kira akan bergerak pada titik 5.794 hingga 5.982. Target sebesar 16,2 kali tersebut sama dengan PER atau price earning ratio dengan nilai harga dibanding nilai nominal sebesar 2 kali lipat. Sementara Budi berpendapat bahwa panduan SLIVE masih dominan untuk pergerakan IHSG selama semester 1 di tahun 2015, yang meliputi sentimen, interest rate, likuiditas, valuasi, dan earning. Dengan demikian diprediksi bahwa imbal hasil pada saham adalah sekitar 17% di tahun ini.

Baca Juga:   Prospek Investasi Emas Di Tahun 2015

Prospek Investasi 2015 untuk emas

Bagaimana Prospek Investasi 2015 untuk emas? Di tahun 2014, harga emas cenderung tertekan karena beberapa faktor, yaitu berkaitan dengan semakin membaiknya perekonomian AS para investor melakukan aksi jual, harga emas menurun seiring dengan kenaikan suku bungan pada The Federal Reserve sehingga dollar semakin menguat akibat para investor berburu dollar, dan melemahnya harga logam mulia karena rendahnya tingkat inflasi di Cina.

Di tahun 2015 faktor-faktor di atas masih akan mempengaruhi harga emas dunia. Para pelaku pasar diduga akan menunggu kenaikan suku bunga acuan AS sehingga membuat dollar menguat sehingga harga emas turun. Karena Cina adalah konsumen terbesar emas di dunia, kondisi perekonomian Cina yang menurun akan membuat harga emas turun. Oleh karena itu bagi Anda yang tengah mencari Prospek Investasi 2015, investasi emas masih dapat menjadi pilihan sebagai investasi jangka panjang (2-3 tahun) tetapi sebaiknya Anda membeli dalam jumlah yang kecil karena harga emas yang masih melemah.

Baca Juga:   Mengenal Apa itu Kartu Kredit

Silahkan Baca Lanjutan Prospek Investasi Emas 2015

Investasi ReksaDana sebagai Prospek Investasi 2015

Hingga tanggal 24 desember 2014 data otoritas jasa keuangan atau OJK mencatat bahwa dana kelolaan reksadana mencapai 239, 93 triliun rupiah. Dibandingkan produk reksa dana lainnya, total dana kelolaan reksadana saham masih merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lain. Untuk total dana kelolaan reksa dana saham bahkan mencapai hingga 104, 42 triliun rupiah.

Pada data yang tercantum pada PT Infovesta, jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lainnya, rata-rata imbal hasil reksa dana saham memang yang paling tinggi yaitu mencapai 25,82% per tanggal 30 November 2014. Yosua Zikoshi, pakar analis dari PT Infovesta menyatakan bahwa di akhir tahun 2015 reksa dana saham masih dapat memberikan kinerja hingga sekitar 8,7% hingga 11,6%. Hal itu dapat terealisasi karena pengaruh kenaikan tingkat ekonomi di tanah air dan proyeksi profit emiten yang juga meningkat. Meskipun demikian dikatakan bahwa tetap ada resiko untuk reksa dana saham yang disebabkan oleh perlambatan ekonomi global dan peluang kenaikan suku bunga The Fed. Silahkan Baca Detail Prospek Investasi Reksadana 2015

Bagi Anda yang tengah mencari Prospek Investasi 2015, menurut Fund Manager PT AAA Asset Management, Akuntino, terdapat beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan Anda, pertama adalah pelaku pasar, kedua adalah mempertimbangkan tujuan investasi, dan yang terakhir adalah resiko investasi yang harus Anda tanggung. Yang mana pun investasi yang Anda pilih sebaiknya cari tahu dulu sebanyak mungkin! Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait Investasi 2015

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply