RBA Siap Pangkas Bunga Lagi, Dolar Australia Tergelincir

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD tergelincir lebih dari 0.1 persen ke kisaran 0.7030-an dalam perdagangan sesi Asia hari ini (16/7), setelah bank sentral Australia (RBA) mempublikasikan notulen rapat kebijakan yang bernada dovish. Menurut RBA, mereka siap untuk memangkas suku bunga lagi “apabila diperlukan” untuk mendukung ketenagakerjaa, pertumbuhan gaji, dan laju inflasi.

Dolar Australia Tergelincir Akibat Rilis Notulen RBA

Notulen dari rapat kebijakan RBA yang digelar awal bulan Juli ini menunjukkan bahwa partisipan menilai pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin akan mendorong perekonomian. Setelah memangkas suku bunga sebanyak dua kali beruntun, RBA juga masih membuka kemungkinan untuk dilakukannya pelonggaran moneter tambahan. Namun, mereka tak memberika petunjuk apapun mengenai kapan pemangkasan suku bunga berikutnya bakal diumumkan.

“Suku bunga yang lebih rendah akan memberikan lebih banyak pekerjaan bagi warga Australia dan membantu untuk mencapai kemajuan yang lebih pasti menuju target inflasi,” demikian dipaparkan dalam notulen tersebut. Ditambahkan pula, “Dewan akan terus memantau perkembangan di pasar tenaga kerja dengan cermat dan melakukan penyesuaian kebijakan moneter jika diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dalam perekonomian serta pencapaian target inflasi setelah beberapa waktu.”

Baca Juga:   AUD / USD Naik Meskipun Defict Perdagangan Yang Lebih Luas

Absensi petunjuk mengenai kapan RBA akan mengumumkan pemangkasan bunga lagi ini menciptakan celah bagi pelaku pasar untuk mulai berspekulasi. Pertumbuhan ekonomi Australia kini melaju dengan kecepatan paling lamban sejak krisis finansial, dengan pasar properti menurun dan konsumsi rumah tangga melemah. Selaras dengan itu, pelaku pasar memperkirakan RBA bakal memotong suku bunga lagi ke 0.75 persen sebelum akhir tahun.

“Tak ada tanda-tanda jelas mengenai waktu pemangkasan suku bunga berikutnya, dan kami terus memperkirakan pemotongan 25 basis poin pada bulan November, (dan ada) risiko perubahan kebijakan lebih awal tergantung pada pasar tenaga kerja dan inflasi,” kata Kaixin Owyong dari National Australia Bank, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Berikutnya, perhatian pelaku pasar akan beralih ke jadwal rilis data ketenagakerjaan bulan Juni pada hari Kamis mendatang. Perkiraan awal mematok tingkat pengangguran tetap 5.2 persen, tetapi data Empoyment Change diperkirakan anjlok dari 42.3k menjadi 9.1k.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply