Reli Aussie Rentan Koreksi, Minat Risiko Pasar Jadi Sorotan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD sempat mencetak rekor tertinggi satu bulan pada sesi Eropa (21/10), tetapi lengser kembali ke kisaran 0.6863 pada awal sesi New York. Di tengah absensi data internal, penguatan Dolar Australia dilandasi oleh topik eksternal seperti brexit dan negosiasi dagang AS-China. Sejumlah analis menilai peningkatan minat risiko pasar keuangan global berpotensi terus menggenjot Aussie, tetapi sebagian analis lain berpendapat reli masih rentan koreksi.

Reli Aussie Rentan Koreksi

Tercapainya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa pekan lalu telah mendorong kenaikan minat risiko pasar secara signifikan. Keputusan parlemen Inggris untuk mengajukan permohonan penundaan deadline brexit kepada Uni Eropa juga ikut mengurangi risiko No-Deal Brexit pada tanggal 30 Oktober mendatang. Sejalan dengan itu, minat beli pasar terhadap aset-aset berisiko lebih tinggi seperti Dolar Australia pun ikut meningkat.

“AUD terangkat ke rekor tertinggi satu bulan pada pekan lalu, setelah tingkat pengangguran Australia jatuh sedikit ke 5.2 persen pada bulan September, dan setelah USD melemah karena berkurangnya sejumlah ketidakpastian brexit. Namun, ketidakpastian seputar kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang AS-China, perlambatan pertumbuhan ekonomi China, dan beberapa tekanan terhadap harga ekspor komoditi Australia, akan membatasi kenaikan AUD,” kata Richard Grace dari Commonwealth Bank of Australia (CBA).

Baca Juga:   Dolar Mixed Menunggu Petunjuk Fed

Senada dengan Grace, Daniel Jakobsson dari UBS juga berpendapat, “AUD dan NZD masih mendapatkan manfaat dari pergerakan risk-on umum di pasar yang muncul setelah berita lebih baik tentang perundingan dagang AS-China dan negosiasi brexit. Laporan tahunan RBA pekan lalu dan data pengangguran Australia terbaru juga berkontribusi. (Namun) AUD bisa jadi akan kelihatan sedikit terlalu mahal, sehingga kenaikan kemungkinan memudar sepanjang pekan ini.”

Menurut UBS, Dolar Australia memiliki sensitivitas tinggi terhadap berita-berita terkait brexit. Namun, brexit bukanlah satu-satunya penggerak nilai tukar Dolar Australia.

Ketidakpastian terkait kebijakan moneter Australia juga jadi sorotan. Penurunan tingkat pengangguran pekan lalu memang mengurangi urgensi pemangkasan suku bunga tambahan dari bank sentral Australia (RBA) dalam waktu dekat, tetapi tak sepenuhnya menghapus prospek pelonggaran moneter tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply