Reli Dolar Australia Terancam Koreksi Teknikal

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia sempat menanjak lebih dari 0.2 persen ke kisaran 0.7038 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Asia hari ini (15/7), menyusul perbaikan data ekonomi China terbaru. Namun, posisinya telah surut kembali ke level 0.7028 pada pertengahan sesi Eropa. Lebih lanjut, para analis memperkirakan pasangan AUD/USD bakal menghadapi resisten teknikal dan kondisi fundamental yang belum stabil.

Reli Dolar Australia Terancam Koreksi Teknikal

Tadi pagi, Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) kuartal II/2019 mencatat pertumbuhan paling lambat dalam 27 tahun terakhir. Meski demikian, pemulihan output industri, penjualan ritel, dan investasi yang melebihi ekspektasi justru memberikan harapan akan stabilitas ekonominya di tengah eskalasi konflik perdagangan dengan Amerika Serikat. Hal ini memperbaiki sentimen pasar terhadap Dolar Australia juga.

“Data penjualan ritel dan produksi industri China sama-sama lebih baik dari ekspektasi, sehingga mendorong spekulasi bahwa stimulus (yang disalurkan oleh pemerintah dan bank sentral China) telah memberikan dampak positif,” kata Michael Every dari Rabobank. Lanjutnya, “Performa kuat AUD menjadi headline, karena mata uang Australia seringkali diperdagangkan sebagai proxy bagi outlook pertumbuhan China.”

Baca Juga:   Berita Saham AALI SELASA 27/02/2018

Kenaikan harga bijih besi ke level tertinggi sejak Februari 2014 juga mendongkrak nilai Dolar Australia, karena ini merupakan komoditi ekspor utama negeri Kanguru. Akan tetapi, sejumlah analis sangsi akan proyeksi teknikal Aussie dan prospek harga bijih besi. Masih berlanjutnya konflik dagang AS-China juga dikhawatirkan akan kembali membebani AUD.

“AUD/USD pekan lalu pulih dari retracement 61.8 persen pada 0.6914. Pasar mendekati pita resisten yang lebih kuat, yaitu pada 0.7048/92. Ini adalah level tertinggi bulan Mei dan bulan Juni, MA 200-Day, dan (searah channel) tren turun. (AUD) kemungkinan akan melakukan pengujian awal. Batas resisten berikutnya bisa dilihat dari level tertinggi bulan Februari pada 0.7207,” kata Karen Jones, pimpinan analisis teknikal di Commerzbank.

Sedangkan Rob Carnell dari ING mengatakan, “Outlook komoditi bisa mulai kurang mendukung. Baru-baru ini harga bijih besi yang kuat akan menghadapi arus balik karena (adanya) spekulasi bahwa China kemungkinan memanipulasi harga. Kami memperkirakan eskalasi konflik dagang AS-China kembali membebani AUD dalam beberapa bulan ke depan, meski penurunan bisa jadi terbatas (level 0.685) dikarenakan posisi AUD yang sudah rendah.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply