Reli Euro Melambat Setelah Uni Eropa Gagal Sepakati Obligasi Corona

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dengan volatilitas tinggi hari ini (27/3), sempat anjlok hingga 1.0953 sebelum naik lagi ke 1.1040-an pada awal sesi New York. Pelaku pasar menyoroti kegagalan para pemimpin negara anggota Uni Eropa dalam merancang langkah bersama untuk menanggulangi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh epidemi virus Corona (COVID-19). Padahal, Eropa termasuk kawasan yang terhantam paling buruk oleh krisis ini dan terancam mengalami resesi lagi.

Reli Euro Melambat Setelah Uni Eropa Gagal Sepakati Obligasi Corona

Forecast terbaru dari BofA Global Research menyebutkan Euro-Dolar akan mengalami penurunan lebih jauh dalam beberapa bulan ke depan, bahkan mungkin mendekati paritas pada pertengahan tahun ini. Masalahnya, reli Dolar diperkirakan bakal terus berlanjut meski jadwal pemilu presiden AS pada bulan November kemungkinan dapat mendongkrak Euro.

“Kami sudah memperkirakan pelemahan EUR pada kuartal pertama, tetapi seiring COVID-19 menjadi pandemik global, risiko penurunan untuk mata uang ini telah meningkat,” papar Athanasios Vamvakidis, pimpinan pakar strategi forex di BofA Global Research, “Forecast FX kami sekarang merefleksikan USD yang sangat kuat tahun ini, dan lingkungan risiko yang negatif secara umum, bersama dengan gambaran pertumbuhan jangka pendek yang buruk. Sesuai catatan, sekarang kami mengantisipasi EUR-USD untuk menuju kisaran seperti 1.02-1.05.”

Baca Juga:   Berita Saham BEKS SELASA 20/03/2018

“Ketidakmampuan otoritas Zona Euro untuk menyetujui sebuah stimulus fiskal kuat, khususnya dibandingkan aksi tegas di AS dan Inggris, dan kekhawatirkan tentang solvabilitas Italia, khususnya setelah komentar Lagarde bahwa peran ECB bukan untuk menutup spread, juga berkontribusi pada kelemahan EUR,” lanjut Vamvakidis, “Dalam jangka pendek, apakah kebijakan agresif yang telah diambil negara-negara Zona Euro untuk membendung virus ini berfungsi atau tidak, akan krusial bagi EUR dan lebih jauh lagi.”

Dalam pertemuan jarak jauh antara para pemimpin negara anggota Uni Eropa kemarin, usulan tentang penerbitan “Obligasi Corona” tidak mendapatkan dukungan memadai. Padahal, ide tersebut diharapkan dapat menalangi kondisi ekonomi sejumlah negara yang menghadapi keterbatasan anggaran seperti Italia. Para tokoh pro-stimulus fiskal masih terus mendesak agar Uni Eropa menyiapkan anggaran untuk menopang perekonomian kawasan, tetapi belum ada yang membuahkan hasil konkrit.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply