Reli GBP Terkoreksi Karena Sektor Jasa Inggris Memburuk

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (3/4), pasangan mata uang GBP/USD mundur dari level tertinggi 1.3196 ke kisaran 1.3173, karena rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa Inggris yang amat mengecewakan. Namun, posisi Sterling masih relatif kokoh terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya, berkat keputusan PM Theresa May untuk mengadakan perundingan lintas partai dalam rangka mencapai solusi kesepakatan brexit yang dapat disetujui oleh mayoritas anggota parlemen Inggris. Saat berita ditulis, GBP/USD masih diperdagangkan pada kisaran 1.3173, sementara GBP/JPY naik sekitar 0.5 persen ke level 146.87.

Reli GBP Terkoreksi Karena Sektor Jasa Inggris Memburuk

Menjelang akhir sesi New York kemarin, PM Theresa May menyampaikan niatnya untuk mengadakan perundingan lintas partai, karena kegagalannya untuk mendapatkan dukungan dari anggota partainya sendiri bagi draft kesepakatan brexit yang diajukannya. Pelaku pasar maupun para pejabat Uni Eropa menyambut baik pengumuman tersebut, karena diperkirakan bisa melahirkan draft kesepakatan baru yang dapat disepakati oleh sebagian besar anggota parlemen. Bahkan, Presiden European Council, Donald Tusk, mensinyalkan kesediaannya untuk memundurkan deadline brexit sedikit lagi.

Baca Juga:   Dolar Tertinggi 2 Minggu, Perdagangan Dalam Fokus

“Terlepas dari kondisi parlemen yang jelas terpecah belah, ada peningkatan minat di kalangan anggota parlemen garis tengah untuk berkompromi, dan nampaknya (persoalan yang tersisa) hanya tentang bagaimana menemukan jenis brexit yang menarik bagi mayoritas. Menurut saya, ini akan muncul dalam waktu dekat, seiring dengan makin terisolirnya (anggota parlemen) garis keras. Sejauh ini, pelaku pasar sepertinya setuju (dengan pendapat ini) karena GBP bertahan cukup kokoh,” ungkap sebuah catatan yang diberikan oleh UBS bagi klien-kliennya tadi pagi.

Kemajuan signifikan terkait brexit itu menopang posisi bullish GBP di pasar forex, meskipun terjadi koreksi tipis pasca rilis data PMI Jasa Inggris. Lembaga riset CIPS dan NTC Economics melaporkan bahwa PMI Jasa ambruk dari 51.3 ke 48.9 pada bulan Maret, lebih buruk dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 51.0. Penurunan indeks ke bawah ambang 50.0 menandai perubahan iklim bisnis jasa dari pertumbuhan normal menjadi resesi. Kemunduran ekonomi Inggris belakangan ini diyakini bakal pulih kembali apabila ketidakpastian brexit memudar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply