Reli Pound Dihalangi Laporan Tenaga Kerja Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD tertahan di sekitar level 1.2815-1.2866 hari ini (12/11), setelah sempat meroket tinggi pada sesi perdagangan sebelumnya. Pound juga terpantau sideways terhadap mata uang mayor lain. Data pasar tenaga kerja Inggris yang dipublikasikan oleh UK Office for National Statistics (ONS) mensinyalkan perlambatan ekonomi, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE tahun depan dan membebani Pound.

Reli Pound Dihalangi Laporan Tenaga Kerja Inggris

Data tenaga kerja Inggris menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun dari 3.9 persen menjadi 3.8 persen selama bulan September 2019, sekaligus mencetak skor lebih baik dibandingkan estimasi awal. Namun, beberapa rincian data lain malah melemah.

Perubahan tenaga kerja bulanan menunjukkan penurunan signifikan hingga -58,000. Walaupun lebih baik ketimbang estimasi yang dipatok pada 94,000, angka-angka ini mewakili penurunan jumlah ketenagakerjaan Inggris terbesar dalam lebih dari empat tahun. Pertumbuhan gaji juga mengecewakan. Estimasi pertumbuhan gaji mingguan rata-rata untuk karyawan di Inggris Raya hanya meningkat 3.6 persen, padahal pelaku pasar mengharapkan kenaikan hingga 3.8 persen.

“Setelah pertumbuhan GDP mengecewakan ekspektasi pasar kemarin, penurunan ketenagakerjaan yang lebih kecil dari ekspektasi dalam periode tiga bulan hingga September menjadi sebuah kelegaan. Namun, ada gambaran beragam dengan pertumbuhan gaji yang bergejolak. Terlepas dari itu, pada akhirnya angka-angka ini kemungkinan mengurangi urgensi MPC (BoE) untuk menyesuaikan suku bunga sebelum adanya kejelasan mengenai bagaimana brexit akan terjadi,” ujar Andrew Wishart, seorang ekonom Inggris dari Capital Economics.

Baca Juga:   Dolar Tergelincir Lebih Rendah Vs Yen, Euro

Pekan lalu, dua orang anggota rapat MPC BoE menyatakan keinginan untuk memangkas suku bunga dengan alasan munculnya sejumlah sinyal perlambatan ekonomi. Data tenaga kerja Inggris kali ini mendukung bias dovish tersebut. Akan tetapi, mayoritas analis memperkirakan bank sentral Inggris akan menunggu hingga tahun 2020 sebelum mulai melakukan pemangkasan suku bunga.

Dalam jangka pendek, jadwal pemilu Inggris pada tanggal 12 Desember 2019 masih menjadi pusat perhatian dan ketidakpastian. Apabila partai Konservatif yang dipimpin oleh PM Boris Johnson berhasil memenangkan kontes politik tersebut dengan meraih mayoritas kursi parlemen, maka Poundsterling berpeluang melanjutkan reli. Namun, apabila partai oposisi berhasil meningkatkan perolehan dukungan, maka ada risiko Poundsterling bakal tergelincir bersama dengan prospek brexit.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply