Reli Pound Ditahan Spekulasi Voting Parlemen Tentang Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Perdagangan GBP/USD sangat sepi hari ini (18/10), menghadapi detik-detik penentuan apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa dengan membawa kesepakatan resmi pada tanggal 30 Oktober 2019. Posisi GBP/USD stagnan di level 1.2889, dekat rekor tertingginya sejak tanggal 15 Mei lalu. Perhatian pelaku pasar berpusat pada voting parlemen Inggris untuk menentukan pengesahan atau penolakan draft kesepakatan brexit pada hari Sabtu besok.

Reli Pound Ditahan Spekulasi Voting Parlemen Tentang Brexit

Pertengahan pekan ini, PM Boris Johnson dan European Commission telah mencapai deal mengenai draft kesepakatan yang akan dipergunakan sebagai penanda keluarnya Inggris dari Uni Eropa serta panduan hubungan kedua kawasan pasca brexit. Para petinggi Uni Eropa agaknya juga menyetujui kesepakatan tersebut. Namun, anggota parlemen Inggris nampak enggan untuk mengesahkannya.

“Hari ini sepenuhnya akan tentang mengestimasi seberapa besar kemungkinannya bagi Parlemen Inggris untuk menyetujui kesepakatan brexit besok,” kata Roberto Mialich, seorang pakar strategi forex di UniCredit Bank, Milan, “Penyesuaian posisi pada Sterling menjelang voting ‘penting’ tentang brexit di Parlemen Inggris besok kemungkinan akan menentukan permainan hari ini, terutama karena kesepakatan brexit terancam oleh penolakan partai DUP terhadap proposal yang disetujui oleh Uni Eropa dan Inggris.”

Baca Juga:   AUD / USD Lebih Tinggi Karena Data AS Yang Mengecewakan

PM Boris Johnson membutuhkan 320 suara untuk mengesahkan kesepakatan brexit yang diperolehnya dari Uni Eropa, jika tak ada wakil rakyat yang abstain. Berdasarkan proyeksi media hingga saat ini, ia belum mampu menghimpun dukungan memadai. Namun, Johnson masih terus berupaya membujuk anggota-anggota partainya (Konservatif) dan partai oposisi untuk mendapatkan dukungan tambahan.

Patut untuk dicatat, Johnson memimpin Inggris dalam status pemerintahan minoritas. Artinya, partai yang membekinginya tidak menguasai kursi mayoritas di parlemen Inggris, walaupun memang menduduki kursi paling banyak. Untuk mengesahkan perundangan atau legislasi lain, ia perlu melobi dan mendapatkan persetujuan sebagian anggota partai oposisi atau berkoalisi dengan partai-partai kecil.

“Kami memperkirakan isu brexit untuk mendominasi. Apakah PM Johnson memiliki angka yang memadai untuk meloloskan deal ini?” tanya Mathias Van der Jeugt dari KBC Markets, Brussels. “Pasar akan dibanjiri analisis mengenai hitungan voting brexit di Parlemen Inggris yang direncanakan (diadakan) pada hari Sabtu. (Namun) hasilnya tidak akan jelas sebelum voting diadakan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply