Reli Poundsterling Berlanjut Di Tengah Ketidakpastian Deal Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD menanjak sekitar 0.15 persen ke kisaran 1.3000 dalam perdagangan hari ini (21/10), walaupun Parlemen Inggris belum menyetujui kesepakatan brexit yang diperoleh dalam negosiasi antara PM Boris Johnson dan Uni Eropa. Pasalnya, risiko terjadinya skenario terburuk “No-Deal Brexit” dianggap sudah hampir sepenuhnya sirna.

Reli Poundsterling Berlanjut Di Tengah Ketidakpastian Deal Brexit

Pada hari Sabtu, PM Boris Johnson dipaksa oleh para anggota parlemen Inggris untuk mengajukan permohonan penundaan deadline brexit hingga tanggal 31 Januari 2020 kepada Uni Eropa. Menanggapi tuntutan itu, Johnson mengirim dua surat kepada Uni Eropa. Salah satu surat memuat permohonan pengunduran deadline yang tidak ditandatangani pribadi olehnya, sedangkan satu surat lagi yang ditandatanganinya justru memaparkan beragam aspek negatif dari pengunduran deadline brexit.

“Perpanjangan (deadline brexit) lebih lanjut akan merusak kepentingan Inggris dan mitra Uni Eropa kami, serta hubungan diantara kita,” ungkap Johnson.

Uni Eropa belum memberikan respons resmi terhadap kedua surat Johnson yang kontradiktif tersebut. Sementara itu, Boris Johnson akan kembali berupaya mengajukan deal brexit yang diperolehnya dari perundingan dengan Uni Eropa ke sidang parlemen Inggris. Apabila ia berhasil, maka sebuah voting penting untuk mengesahkan atau menolak deal tersebut akan diadakan hari ini.

Baca Juga:   Yen Menguat Setelah AS Kobarkan Perang Dagang Versus Eropa

Partai Democratic Unionist Party (DUP) telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung deal brexit yang memuat keharusan Irlandia Utara masuk pabean tunggal Uni Eropa seperti yang diajukan oleh Johnson. Jim Shannon, salah satu anggota parlemen dari DUP mengatakan, “Pandangan kami mengenai pabean tunggal sudah jelas sebagai sesuatu yang tidak bisa dan tidak akan kami dukung, dan saya yakin bahwa posisi inilah yang akan kami ambil saat kami menyaksikan draft (kesepakatan brexit).”

Apabila deal yang diperolehdari Uni Eropa itu ditolak oleh mayoritas anggota parlemen Inggris, maka PM Boris Johnson hanya akan memiliki dua pilihan. Antara membawa Inggris keluar dari Uni Eropa secara ilegal, atau menerima fakta tentang ditundanya deadline brexit.

Terlepas dari ketidakpastian yang masih membayangi isu brexit, partisipan pasar menilai prospek No-Deal Brexit sudah berkurang drastis. Goldman Sachs meningkatkan peluang Inggris keluar dari Uni Eropa dengan membawa deal resmi dari 65 persen menjadi 70 persen, sedangkan prospek No-Deal Brexit dipangkas dari 10 persen menjadi 5 persen. Menurut salah satu bank terbesar di dunia itu, kemungkinan tak terjadi brexit sama sekali masih tetap berada pada level 25 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply