Reuters: No-Deal Brexit Bisa Dorong Sterling Anjlok 9 Persen

Bonus Welcome Deposit FBS

Hari ini (7/3), Poundsterling kembali melemah 0.25 persen ke kisaran 1.3137 terhadap Dolar AS, seiring dengan minimnya kemajuan baru dalam perundingan terkait brexit antara Uni Eropa dan Inggris. Sebuah hasil survei Reuters terbaru meningkatkan ketegangan pelaku pasar, karena menyebutkan bahwa GBP/USD bisa anjlok hingga sekitar 9 persen dari nilainya saat ini dan diperdagangkan pada level 1.2000, apabila Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa suatu kesepakatan tertentu (No-Deal Brexit).

No-Deal Brexit Bisa Dorong Sterling Anjlok 9 Persen

No-Deal Brexit telah disebut-sebut sebagai skenario terburuk yang bisa terjadi dalam rencana Inggris untuk “bercerai” dengan Uni Eropa. Para responden dalam survei Reuters pun mengamini efek buruk kemungkinan tersebut terhadap kurs Poundsterling. Namun, mereka juga menilai kalau probabilitas kemungkinan terjadinya No-Deal Brexit cukup kecil.

Mayoritas responden memperkirakan kalau kedua belah pihak pada akhirnya akan menyepakati suatu kesepakatan dagang tertentu. Apabila itu terjadi, maka Poundsterling diperkirakan akan berada di kisaran 1.3200 terhadap Dolar AS pada akhir Maret 2019, setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa. Selanjutnya, Pounds kemungkinan akan menguat menjadi 1.3500 dalam enam bulan dan mencapai kisaran 1.3900 dalam tempo setahun kemudian.

Baca Juga:   Ketegangan Selat Hormuz Dukung Dolar Kanada Menguat

Dibandingkan skenario itu, probabilitas No-Deal Brexit hanya 15 persen saja. Namun jika benar-benar terjadi, maka No-Deal Brexit dapat mengakibatkan Sterling ambrol. Salah satu responden bahkan memperkirakan kalau Sterling bisa mencapai paritas terhadap Dolar AS.

Responden yang paling optimis memperkirakan bahwa No-Deal Brexit akan mengakibatkan Sterling jatuh ke 1.2800. “Sebuah brexit tanpa kesepakatan tertentu -bagi kami, itu skenario yang tak mungkin terjadi- bisa mendorong Cable menuju siklus rendah sekitar $1.18-$1.20,” kata Roberto Cobo Garcia dari BBVA, kepada Reuters.

Posisi bank sentral Amerika Serikat saat ini yang menghentikan kenaikan suku bunga untuk sementara, bisa menopang Poundsterling karena bank sentral Inggris diekspektasikan akan menaikkan suku bunga dalam tahun ini. Namun, selisih suku bunga kemungkinan takkan mampu mendongkrak Sterling secara berkelanjutan, khususnya dalam pair-pair cross.

Sementara itu, sejumlah pihak juga khawatir kalau skenario No-Deal Brexit dapat berdampak pula bagi negara-negara Uni Eropa yang berhubungan dagang erat dengan Inggris. Namun, skala dampaknya belum terukur hingga saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply