Rilis Data Inflasi Produsen Menghambat Upaya Rebound Dolar

Bonus Welcome Deposit FBS

Upaya Indeks Dolar AS (DXY) untuk keluar dari kisaran terendah tiga bulan, menemukan hambatan baru seusai rilis data inflasi produsen AS hari ini (11/6). Saat berita ditulis, DXY masih terkungkung di bawah ambang 96.80, sementara Greenback cenderung defensif terhadap sebagian mata uang mayor. Pasalnya, data inflasi produsen mengonfirmasi perlunya pemangkasan suku bunga Fed untuk menanggulangi sinyal-sinyal perlambatan ekonomi di negeri Paman Sam.

Rilis Data Inflasi Produsen Menghambat Upaya Rebound Dolar

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa inflasi produsen meningkat 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2019, sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, laju inflasi produsen justru mundur dari 2.2 persen menjadi 1.8 persen dalam basis tahunan (Year-on-Year), padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan terkoreksi ke 2.0 persen saja.

Data ini menggambarkan mengendurnya laju inflasi di Amerika Serikat seiring dengan makin seretnya laju pertumbuhan ekonomi dan menurunnya harga bahan bakar. Apabila kondisi ekonomi makin melemah dan inflasi tetap lesu di tengah ancaman eskalasi konflik dagang global, maka bank sentral AS (Federal Reserve) dikhawatirkan akan mulai memangkas suku bunganya tahun ini.

Baca Juga:   Dolar Sedikit Berubah VS Euro Sebelum ECB

Beberapa waktu lalu, Ketua Fed Jerome Powell beserta sejumlah rekannya telah melontarkan komentar yang mensinyalkan kesiapan mereka untuk memangkas suku bunga apabila data ekonomi dan inflasi benar-benar memburuk. Sinyalemen dari para pejabat teras di lembaga otoritas moneter tertinggi AS itu mendorong kenaikan spekulasi mengenai prospek pemangkasan suku bunga Fed. Bahkan, Fed Funds Futures dari CME menunjukkan bahwa ada probabilitas 90 persen bagi diumumkannya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam rapat kebijakan yang digelar bulan September mendatang.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang akan dirilis pada hari Rabu, dalam upaya untuk mengonfirmasi laju kenaikan harga-harga barang dan jasa di pasar AS. Inflasi bulanan diperkirakan akan mengalami tumbuh 0.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2019, setelah mencetak kenaikan 0.3 persen pada periode sebelumnya. Namun demikian, inflasi inti bulanan diharapkan naik dari 0.1 persen menjadi 0.2 persen. Capaian data aktual yang lebih baik dari ekspektasi bisa jadi melonjakkan Greenback; tetapi apabila data aktual meleset, maka bisa terus menekannya di level rendah.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply