Rilis Notulen BoJ Ungkap Bias Bearish Bagi Yen Jepang

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen kembali melemah terhadap mayoritas mata uang mayor dalam perdagangan hari Rabu ini (20/3), dikarenakan munculnya bias dovish dalam rilis notulen rapat bank sentral Jepang (Bank of Japan (BoJ). Saat berita ditulis pada awal sesi New York, pasangan USD/JPY masih bertengger pada level 111.47, setelah mencetak level tertinggi harian pada level 111.69. Pasangan EUR/JPY juga mencatat kenaikan 0.10 persen pada kisaran 126.60.

Rilis Notulen BoJ Ungkap Bias Bearish Bagi Yen Jepang

Dalam notulen rapat BoJ yang diselenggarakan bulan Januari lalu, terungkap bahwa sejumlah peserta rapat mengalami perbedaan pendapat sehubungan dengan outlook kebijakan moneter yang akan datang. Sebagian besar peserta rapat setuju untuk tak merubah kebijakan moneter; membiarkan suku bunga tetap -0.1 persen dan target yield obligasi jangka panjang sekitar 0 persen. Namun, seorang peserta mengajukan rekomendasi agar BoJ ambil ancang-ancang untuk menambah stimulus moneter guna mendukung pencapaian target inflasi. Hal ini mendorong Yen masuk area bearish dalam perdagangan sesi Asia.

Sejumlah peserta rapat lainnya memperingatkan pula bahwa beberapa bank regional telah mengambil risiko berlebihan guna mengamankan profitabilitas di tengah iklim suku bunga super rendah. Dalam konteks ini, efektifitas suku bunga rendah yang diterapkan oleh BoJ mulai dipertanyakan, karena dianggap tak mendukung pencapaian target inflasi dan justru mengancam stabilitas keuangan.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 05/08/2019 - PT INTI : TASWIN DAN TEDDY BUKAN KARYAWAN PERUSAHAAN

“Anggota (rapat BoJ) ini mengungkapkan bahwa dibutuhkan analisis dan pertimbangan lebih lanjut mengenai hubungan antara inflasi dengan tingkat suku bunga atau basis moneter,” demikian tertulis dalam notulen rapat tersebut.

Sebagaimana diketahui, bank sentral Jepang telah menentukan target inflasi tahunan pada level 2 persen. Akan tetapi, laju inflasi terkini hanya mencapai 0.2 persen (Year-on-Year). Sejumlah pihak bahkan memperkirakan kalau target itu baru akan tercapai sekitar tahun 2021 mendatang. Padahal, jika BoJ mempertahankan target yang sama, maka mereka harus terus menjalankan stimulus moneter berkepanjangan yang dikhawatirkan dapat merusak keseimbangan sistem keuangan domestik.

Oleh karena itu, kini muncul spekulasi mengenai kemungkinan bank sentral Jepang merevisi turun target inflasinya, atau beralih kepada target dalam bentu kisaran tertentu. Menurut David Cottle dari DailyFX, jika hal itu terwujud, maka bisa menyediakan dukungan bullish bagi Yen dari sektor internal.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply