Rosengren The Fed Khawatir Rendahnya Pengangguran AS Bisa Awali Resesi

Bonus Welcome Deposit FBS

Saat ini, Amerika Serikat membanggakan rendahnya tingkat pengangguran sebagai salah satu keberhasilan terbesar pasca krisis ekonomi 2007/2009. Namun, sejumlah pejabat bank sentralnya sekarang mulai khawatir kalau rendahnya tingkat pengangguran ini justru mengakibatkan instabilitas ekonomi.

Dalam sebuah makalah yang dirilis hari Kamis ini (13/September), pimpinan Federal Reserve Boston, Eric Rosengren, mengungkapkan bahwa ketika pengangguran jatuh serendah sekarang, biasanya disusul oleh resesi. Apalagi, bank sentral belum menunjukkan kesuksesan dalam menstabilkan perekonomian pada level full-employment.

Eric Rosengren

Ia mencatat, para pakar telah sering memproyeksikan “soft landing” semacam itu, dan ekspektasi kembali mencuat karena pengangguran di AS sekarang berada pada 3.9 persen, dekat level terendah dua dekade. Sejak Perang Dunia 2, masa-masa ketika pengangguran jatuh di bawah level normalnya, maka seringkali disusul oleh resesi.

“Pola yang berulang terus adalah ketika pengetatan kebijakan moneter diekspektasikan memoderasi laju pertumbuhan…menuju full-employment…(tetapi) begitu tingkat pengangguran mulai naik lagi sedikit, dinamikanya cenderung mendorong perekonomian masuk ke dalam resesi,” papar Rosengren. Lebih lanjut, ia menuturkan, “Bukti empiris mengenai kemampuan para pembuat kebijakan dalam mengendalikan pertumbuhan hingga mencapai full-employment tanpa berubah jadi resesi, kurang menyenangkan.”

Baca Juga:   5 Hal Penting Di Kalender Ekonomi Minggu Ini

Melalui makalah ini, Rosengren nampaknya ingin mendesak rekan-rekannya di Federal Reserve untuk melakukan review kebijakan secara rutin dalam rentang waktu tertentu, alih-alih melakukannya secara sambil lalu berdasarkan data yang berubah-ubah seperti sekarang. Contohnya seperti Bank of Canada yang menyelenggarakan evaluasi setiap lima tahun sekali.

Namun demikian, sarannya tersebut belum tentu diperhatikan oleh rekan-rekannya. Pada hari Rabu, anggota dewan gubernur Fed, Lael Brainard, menyatakan ia berpikir suku bunga harus dinaikkan terus selama satu atau dua tahun lagi. Padahal, dahulu ia termasuk salah satu pejabat Fed yang cenderung enggan menaikkan suku bunga.

Penyampaian makalah Eric Rosengren dikutip oleh berbagai media internasional, termasuk Reuters dan CNBC. Akan tetapi, pelaku pasar nyaris tak bergeming menanggapinya. Saat berita ditulis menjelang pembukaan sesi New York, Indeks Dolar AS (DXY) masih stabil di kisaran 94.85. Investor dan trader agaknya lebih berfokus pada laporan inflasi konsumen yang akan dirlis nanti malam (19:30 WIB).

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply